https://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/issue/feedMadah: Jurnal Bahasa dan Sastra2026-04-30T22:20:26+07:00Adeliany Azfarjurnalmadahriau@gmail.comOpen Journal Systems<p><em>Madah</em>: <em>Jurnal Bahasa dan Sastra</em> is published by Language Center of Riau with P-ISSN <a title="madah" href="http://u.lipi.go.id/1344322817" target="_blank">2086-6038</a> and E-ISSN <a title="Madah" href="http://u.lipi.go.id/1494230824" target="_blank">2580-9717</a>. <em>Madah</em> publishes articles in the form of research results, conceptual ideas, studies, applications, theories, criticism that have not been published in other journals. Madah first published in April 2010, published twice a year, April and October.</p><p>This journal has been accredited by National Journal Accreditation (ARJUNA) Managed by Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Republic Indonesia with Third Grade<strong> (<a title="Madah" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=3089" target="_blank">Sinta 3</a>) </strong>since July 9 2018 to 2020<strong> </strong>according to the decree No. 21/E/KPT/2018.</p><p> </p><ul class="highlight"><li><strong><em>ISSN: <a title="Madah" href="http://u.lipi.go.id/1344322817" target="_blank"><span>2086-6038</span></a></em></strong> (print)</li><li><strong><em>ISSN: <a title="Madah" href="http://u.lipi.go.id/1494230824" target="_blank"><span>2580-9717</span></a></em></strong> (online)</li><li><strong><em>Accreditation Number: <a title="Madah" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=3089" target="_blank">21/E/KPT/2018</a><br /></em></strong></li><li><strong><em>validity period: Vol. 11, No. 2, 2020</em></strong></li></ul>https://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1316Preface2026-04-30T22:10:50+07:00Adeliany Azfaradelianyazfar@gmail.com2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adeliany Azfarhttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1217Morfofonemik dalam Bahasa Jurnalistik: Studi Kasus Berita Utama Surat Kabar Radar Tulungagung2026-03-12T14:43:46+07:00Santika Dewi Lestarisantikalestari2001@student.uns.ac.idSumarwatisumarwati@staff.uns.ac.idKundharu Saddhonokundharu_s@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses, dan fungsi morfofonemik dalam praktik kebahasaan jurnalistik media massa pada surat kabar Radar Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah surat kabar Radar Tulungagung edisi tahun 2025. Data diperoleh dari dokumen berita utama yang dipilih secara purposive sampling, yaitu berita yang memuat banyak kata berafiks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, dengan validitas data diuji melalui triangulasi teori. Analisis data dilakukan dengan model mengalir menggunakan teori morfofonemik dalam linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk morfofonemik yang dominan adalah perubahan fonem. Proses morfofonemik yang ditemukan mencakup penggunaan afiksasi berupa prefiks, sufiks, dan konfiks. Adapun fungsi morfofonemik yang digunakan adalah untuk mengefisienkan penyampaian informasi, memperjelas struktur kalimat, serta memperkua variasi dan daya ekspresif bahasa jurnalistik.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Santika Dewi Lestari, Sumarwati, Kundharu Saddhonohttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1222Konstruksi Perspektif Orang Dewasa terhadap Dunia Anak dalam Film Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet (2024): Analisis Semiotika Roland Barthes 2026-03-13T09:57:56+07:00Syifa Ulhusna Syahputrisyifaulhusnasyahputri@mail.ugm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji film animasi anak Indonesia berjudul <em>Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet (2024)</em> yang disutradai oleh Faza Moenk menggunakan pendekatan semiotika. Penelitian ini mengemukakan bagaimana narasi orang dewasa tanpa sadar mengonstruksi dunia anak sehingga kasus gangguan mental yang diderita anak Indonesia meningkat drastis. Dalam mengkaji film ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis lima kode semiotika Roland Barthes. Peneliti menemukan hasil sebagai berikut: (1) secara eksternal, film ini mengandung kode-kode imajinatif berdasarkan realitas hubungan orang tua dan anak di Indonesia khususnya keluarga Betawi; (2) secara internal, film ini menyajikan kode yang menunjukkan konstruksi orang tua terhadap anak yang cenderung menekan. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa film <em>Si Juki: Harta Pulau Monyet (2024)</em> tidak hanya film animasi imajinatif, tetapi juga menggambarkan konstruksi orang tua yang berpengaruh besar terhadap piskologis anak. </p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Syifa Ulhusna Syahputrihttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1234ANALISIS LEKSIKAL DAN SEMANTIK DALAM MANTRA BREBESAN SERTA IMPLIKASI BAGI PENGEMBANGAN KAMUS BERMUATAN KEARIFAN LOKAL2026-03-12T14:39:48+07:00Casim Casimcasim@peradaban.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi terbatasnya kajian tentang mantra Brebesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur leksikal dan semantik dalam mantra Brebesan serta implikasinya terhadap pengembangan kamus berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik. Data berupa teks mantra Brebesan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari informan kunci di Kabupaten Brebes. Hasil penelitian menunjukkan bentuk leksikal seperti onomatope, repetisi, dialektal, verba, nomina, adjektiva, frasa metaforis, dan unsur religius, serta secara semantik ditemukan makna simbolik, makna doa dan harapan, makna fungsional/ pragmatis, makna konotatif, makna denotatif, makna spiritual, makna ilokusi, dan makna sosial dan budaya. Temuan ini berimplikasi pada penyusunan kamus berbasis kearifan lokal yang memuat lema, makna, konteks budaya, fungsi sosial, dan nilai spiritual masyarakat Brebes.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Casim Casimhttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1245Novel Kalatidha Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Estetika Wolfgang Iser2026-03-13T10:04:28+07:00Galih Pangestu Jatigalih.pangestu@isi.ac.id<p>Penulisan novel Kalatidha karya Seno Gumira Ajirdarma tidak bisa lepas dari berbagai fakta yang melingkupinya, yakni fakta historis, sosial, dan kultural. Karena itu, penelitian ini mencari tahu sejauh mana korelasi antara fakta sosial, sejarah, dan budaya sebagai fenomena realitas dan fiksi di dalam novel tersebut. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan teori estetika yang dikembangkan oleh Wolfgang Iser, yang menekankan hubungan dialektis antara pembaca dan teks. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa sejarah, norma sosial, dan norma kultural menjadi background dari novel. Ketiganya saling berkorelasi satu sama lain dan menunjukkan gudang pengetahuan pengarang. Lebih lanjut, hubungan dialektis pembaca-teks memungkinkan pembaca novel Kalatidha untuk secara aktif merekonstruksi latar historis-sosial tersebut sehingga pengalaman estetis yang muncul bersifat dinamis dan partisipatif. Selain itu, penerbitan ulang novel ini juga bisa dimaknai sebagai upaya rekonsiliasi pengarang terhadap Peristiwa 1965 karena bertepatan dengan pemilu 2019.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Galih Pangestu Jatihttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1278Perjuangan Tokoh Utama dalam Film Ya Tayr Al-Tayer dan Film Secret Superstar (Kajian Sastra Bandingan) 2026-03-13T09:53:23+07:00Dyah Adila Perdanadyah.adila.perdana@unm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perjuangan tokoh utama dalam film Ya Tayr Al-Tayer dan Secret Superstar melalui pendekatan sastra bandingan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis tematik dan naratif terhadap adegan, dialog, serta simbol visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film sama-sama menampilkan tokoh muda yang menghadapi hambatan struktural dan memanfaatkan musik sebagai medium perjuangan. Namun, terdapat perbedaan orientasi perjuangan: Ya Tayr Al-Tayer merepresentasikan resistensi kolektif dalam konteks politik, sedangkan Secret Superstar menampilkan resistensi personal dalam konteks patriarki domestik. Musik berfungsi sebagai simbol identitas kolektif dan sarana pembebasan diri. Kesamaan kedua film lebih tepat dipahami sebagai parallelisme kreatif daripada pengaruh langsung. Penelitian ini menegaskan bahwa seni berperan sebagai medium transkultural dalam menyuarakan resistensi.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dyah Adila Perdanahttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1282Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek melalui Sastra Lisan Nolam: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Sastra di Perguruan Tinggi2026-04-06T10:20:23+07:00alvi puspitaalvipuspita@unilak.ac.idSiswanto Siswantosiswanto@unilak.ac.idTengku Muhammad Sumtengkumuhammadsum@unilak.ac.id<p>Penurunan minat mahasiswa terhadap pembelajaran sastra di perguruan tinggi menjadi tantangan serius dalam pendidikan sastra kontemporer. Berbagai pendekatan inovatif telah dikembangkan, namun integrasi antara pembelajaran aktif dan pemanfaatan kearifan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penerapan Project-Based Learning (PBL) melalui sastra lisan Nolam yakni dengan menggali keterlibatan, pengalaman belajar, dan ekspresi kreatif mahasiswa dalam konteks pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL melalui sastra lisan Nolam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan partisipatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi PBL dengan sastra lisan lokal membuka ruang bagi pembelajaran sastra yang lebih bermakna dan kontekstual, sekaligus berpotensi mendukung upaya revitalisasi tradisi lisan. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model pembelajaran yang mengintegrasikan PBL dengan sastra lisan lokal dalam kerangka etnopedagogi, sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa sekaligus mendukung revitalisasi tradisi lisan di perguruan tinggi.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 alvi puspita, Siswanto Siswanto, Tengku Muhammad Sumhttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1294Representasi Identitas Lokal-Modern melalui Bahasa pada Desain Produk Apparel Kapuyuak2026-03-13T09:59:56+07:00Reno Novita Sarirenonovitasari01@gmail.comWuri Syaputrirenonovitasari01@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa sebagai elemen utama dalam desain produk <em>apparel</em> Kapuyuak, brand lokal dari Sumatera Barat. Fokus penelitian adalah teks yang tercetak pada produk, yang memadukan bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris sebagai strategi untuk menyampaikan makna, citra, dan identitas merek. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode, alasan penggunaannya, dan fungsinya dalam desain produk Kapuyuak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data teks pada kaus, tas, dan merchandise lainnya, serta dianalisis menggunakan teori campur kode Muysken (2005) dan Hoffman (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk yang dominan adalah penyisipan kata atau frasa, digunakan untuk menyampaikan pesan secara nyaman, menegaskan solidaritas, dan menampilkan identitas kelompok. Fungsi utama campur kode adalah ekspresif dan sosial identitas, sehingga <em>apparel</em> Kapuyuak berperan sebagai media mengekspresikan budaya Minangkabau sekaligus citra modern dan global.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Reno Novita Sarihttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1298Strategi Manipulasi Pemerintah Terhadap Legitimasi IKN Melalui Sikap Petani dan Nelayan: Analisis Wacana Kritis2026-03-13T10:02:44+07:00Siti Rahmawati Hidayahsitirahmawatihidayah2001@gmail.comNurhayati Nurhayatisitirahmawatihidayah2001@gmail.comAllan Hobahorok Kmursitirahmawatihidayah2001@gmail.com<p>Penelitian ini membahas bentuk strategi manipulasi pemerintah terhadap legitimasi Ibu Kota Nusantara melalui sikap petani dan nelayan kajian analisis wacana kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah analisis wacana kritis oleh van Dijk (1998) dan wacana manipulasi van Dijk (2006). Sumber data dalam penelitian ini adalah laman resmi pemerintah yaitu <a href="https://www.ikn.go.id">https://www.ikn.go.id</a>. Hasil penelitian menemukan struktur makro dan mikro yang terdiri atas narasi utama, latar, detail, dan pilihan kata. Dimensi kognisi terdiri atas model mental, pengetahuan bersama, dan ideologi kelompok. Dimensi konteks sosial terdiri atas politik, institusional, dan sosiologis. Bentuk strategi manipulasi terdiri atas leksikal, pemilihan topik, dan pemilihan detail. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manipulasi yang digunakan pada tataran teks yang mencerminkan ketidakselarasan representasi antara informasi dalam wacana pers IKN dengan media berita lainnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya literasi kritis masyarakat dalam memahami wacana dalam berita tersebut maupun dari media lainnya.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Rahmawati Hidayah, Nurhayati Nurhayati, Allan Hobahorok Kmurhttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1300Tanggapan Estetika atas Ambiguitas Sakral-Profan dalam Horor Malam Seribu Jahanam 2026-03-13T11:45:15+07:00Heni Puji Anitasarihenipujianitasari@mail.ugm.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis ambiguitas sakral-profan pada pengalaman tokoh Annisa sebagai ruang kosong dalam novel <em>Malam Seribu Jahanam </em>karya Intan Paramaditha. Latar belakang kajian berangkat dari problematika batas antara kekuatan spiritual, norma sosial, dan trauma Perempuan yang ditampilkan melalui narasi horor. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana ambiguitas sakral-profan tidak sekadar tampil sebagai unsur tematik, tetapi mekanisme naratif yang mengarahkan pembaca untuk merundingkan kembali relasi antara sakral dan profan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan pragmatik dan teori tanggapan estetika Wolfgang Iser yang menekankan konsep ruang kosong, <em>repertoire</em>, dan efek estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa horor dalam novel ini muncul bukan semata dari mistikisme atau mitos Nusantara, melainkan dari tekanan sosial, sistem patriarki, dan kontrol tubuh perempuan. Ruang kosong yang tercipta membuka kemungkinan pembacaan baru atas tindakan ekstrem Annisa sebagai bentuk perlawanan terakhir untuk merebut agensi dan eksistensi dirinya.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Heni Puji Anitasarihttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1301Context Over Lexicon: Semantic Shift in Arabic Health Reporting on Al-Jazeera2026-03-13T11:37:36+07:00sayyidah khoizuroonahsayyidahkhoizuronah@gmail.comHisyam Zainihisyam.zaini@uin-suka.ac.id<p><em>In health news discourse, Arabic vocabulary is often polysemic and undergoes shifts in meaning depending on the context of use. This requires an understanding and analysis that focuses not only on lexical meaning but also on the mechanisms of contextual meaning formation. This study aims to examine lexical-contextual meaning transformations and the mechanisms of meaning shifts in health news texts on Al-Jazeera. This study employs a descriptive qualitative approach with a semantic perspective on three Al-Jazeera health news texts selected purposively based on the presence of polysemous vocabulary. Analysis was conducted through the identification of lexical meanings based on dictionaries, the interpretation of contextual meanings, and the classification of forms of meaning shift. The results indicate that discourse context plays a dominant role in determining meaning, causing lexical meanings to transform into more specific meanings tailored to medical communication needs. Four primary forms of meaning shift were identified: narrowing of meaning, terminological specialization, shift in emotional value, and reinforcement of contextual meaning. </em></p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 sayyidah khoizuroonah, Hisyam Zainihttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1317Abstract Views2026-04-30T22:14:31+07:00Adeliany Azfaradelianyazfar@gmail.com2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adeliany Azfarhttps://madah.kemendikdasmen.go.id/index.php/madah/article/view/1315Front Cover2026-04-30T22:03:24+07:00Adeliany Azfaradelianyazfar@gmail.com2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adeliany Azfar