PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v5i2.100Keywords:
2013 Curriculum, integrated temathic learning, scientific approach, Indonesian language roleAbstract
To commemorate the 21st century, a new learning model was designed in 2013 curriculum, in which there is a shift from teachers give knowledge to students become student must actively seek out knowledge from a variety of learning resources. In this case, the teacher acts as facilitators. Thus, language is a very central role, because the language should be in front of all other subjects. Curriculum 2013 imposed a thematic integrated learning which is no longer based subjects. Various subjects for primary schools (such as: Religion, Civics, Indonesian, Mathematics, Science, Social Studies, and so on) are integrated into one book. The subject matter is not presented in textbook, but it presented in book thematics lesson, the themes are about nature, social life and culture. In this new curriculum, learning process is implemented by applying a scientific approach (observing, questioning, experimenting, associating, and networking) that includes three aspects such as attitudes, knowledge, and skills. So, how is the role of Indonesian in an integrated thematic learning by applying scientific approaches in primary schools in 2013 curriculum? By appying the method, the object of this paper is to gain preview about the role of Indonesian in 2013 curriculum that uses integrated thematic learning by scientific approach in primary schools. Untuk menyongsong abad ke-21, model pembelajaran baru dirancang dalam Kurikulum 2013, yang di dalamnya terdapat pergeseran dari siswa diberi tahu menjadi siswa harus aktif mencari tahu ilmu pengetahuan dari berbagai sumber belajar. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian, peran bahasa menjadi sangat sentral, karena bahasa harus berada di depan semua mata pelajaran lain. Kurikulum 2013 memberlakukan pembelajaran tematik terpadu yang tidak lagi berbasis mata pelajaran. Berbagai mata pelajaran untuk sekolah dasar (seperti: Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya) diintegrasi menjadi satu buku. Materi pelajaran tidak disajikan dalam buku mata pelajaran, tetapi dalam buku tema pelajaran, baik tema alam, sosial, maupun budaya. Proses pembelajaran dalam kurikulum baru ini diimplementasikan melalui pendekatan saintifik (mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan) yang mencakup tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Lalu, bagaimana peran bahasa Indonesia dalam pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik di sekolah dasar pada Kurikulum 2013 ini? Melalui metode deskriptif, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran mengenai peran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran tematik terpadu melalui pendekatan saintifik di sekolah dasar.ÂReferences
Anbarini, Ratih, dkk. 2013. Terobosan Kemdikbud 2010—2013: Menyiapkan Generasi Emas 2045. Jakarta: Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ardiyansyah, Yasir. 2014. ―Pembelajaran Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013‖ (dalam http://sdn1muaradua.blogspot.com/ 2014/07/pembelajaran-tematikterpadu-pada.html, diakses 25 Agustus 2014). Dadang. 2013. ―Model Pembelajaran Tematik Terpadu pada Implementasi Kurikulum 2013‖ (dalam dadangjsn.blogspot.com, diakses 14 Agustus 2014). Departemen Pendidikan Nasional. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Dhieni, Nurbiana, dkk. 2009. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka. Indonesia. 2013. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan. Kurniawati. 2013. ―Konsep Dasar Pembelajaran Tematik‖ (dalam uukurniawati.wordpress.com, diakses 14 Agustus 2014). Mahsun. 2014. Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rachmawati, Tutik. 2013. ―Pengelolaan Pembelajaran Tematik Terpadu‖ (dalam http://www.vedcmalang.com/ppppt kboemlg/index.php/artikel-coba2/edukasi/991-tutik-rachmawati, diakses 10 Juli 2014). Sudrajad, Akhmad. 2013. ―Karakteristik Pendekatan Scientific (Ilmiah) dalam Kurikulum 2013‖ (dalam http://penelitiantindakankelas.blogs pot.com/2013/07/karakteristikpendekatan-ilmiah-scientificdalam-kurikulum-2013.html, diakses 12 Agustus 2014).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







