Kesantunan Tindak Direktif pada Tuturan Anak dan Orang Tua di Desa Ngumbul, Kabupaten Pacitan

Authors

  • nfn Hestiyana Balai Bahasa Kalimantan Selatan

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v9i1.162

Keywords:

acts of directive, the scale of politeness, speech, children, parents

Abstract

of politeness of directive acts on parents' speech in Ngumbul Village of Pacitan Regency, and the scope of the directive acts on the children's and parent's speech in Ngumbul Village of Pacitan. This research uses descriptive method with qualitative approach. The object of research is the politeness of directive acts on the speech of children and parents in Ngumbul Village, Pacitan regency, East Java. The data in this study are oral data or interviews of adolescents aged 12—15 years old and parents conducted in December 2017. Techniques of collecting data are done in stages, namely: first, held the data collection directive acts on children's speech to their parents colected. In collecting the data recorder and sheet observation format (observation) and field notes are used. The recording was  transcribed and analyzed based on the theory used. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there are 8 directive acts, namely: asking, commanding, advising, rebuking, inviting, suggesting and, persuade, in the form of politeness directive acts on the child's speech to his parents, Then, there are 6 directive acts, namely: asking, commanding, advising, suggesting, interrogating, and scolding. in the manner of the directive act  on the parent's speech to the children. Furthermore, there are 5 scale of politeness, namely: cost-benefit scale, optionality scale, indirectness scale, authority scale, and social distance scale in the scale of politeness of directive acts on children's and parent's speech in Ngumbul Village of Pacitan Regency

References

Apriani, S. H. (2014). Realisasi Strategi Kesantunan Direktif di Dalam Bahasa Palembang (Baso Pelembang) di Kalangan Anggota Kelompok Etnis Palembang di Kota Palembang: Studi Sosial Budaya. In Bahasa Ibu Pelestarian dan Pesona Bahasanya. Sumedang: Unpad Press..

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Gunarwan, A. (1994). Pragmatik: Panduan Mata Burung. Engiring Rekan Sejati: Festschrift Buat Pak Ton.

Hadi, I. (2012). Kesantunan Negatif dalam Kaba Rambun Pamenan pada Pertunjukan Randai di Kanagarian Simawang Tanah Datar, Sumatra Barat. Salingka, 9(2), 167—180.

Ismari. (1995). Tentang Percakapan. Surabaya: Airlangga University Press.

Mahsun. (2013). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Markhamah, dkk. (2009). Analisis Kesalahan dan Kesantunan Berbahasa. Surakarta. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Nawawi, H., & Martini, M. (2005). Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ngalim, A. (2013). Sosiolinguistik: Suatu Kajian Fungsional dan Analisisnya. Solo: PBSID FKIP UMS.

Ningsih, D. C. (2014). Kesantunan Tindak Direktif pada Tuturan Anak dan Orang Tua di Desa Ngrancang, Ngawi. Artikel Publikasi Ilmiah.

Pranowo. (2012). Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Rohmadi, dkk. (2013). Kajian Pragmatik Peran Konteks Sosial dan Budaya dalam Tindak Tutur Bahasa di Pacitan. Surakarta: Yuma Pustaka.

Rustono. (1999). Pokok-pokok Pragmatik. Semarang: IKIP Semarang Press.

Suryadi, M. (2014). Bentuk Kesantunan Bertutur Masyarakat Jawa Kota Semarang Terbebas dari kaidah Alternasi pada Ujarannya. In Membangun Citra Indonesia di Mata Internasional Melalui Bahasa dan Sastra Indonesia (608—612). Prosiding PIBSI XXXVI.

Suyitno, I. (2004). Pernik-Pernik

Berbahasa: Pemahaman Lintas Budaya. Malang: Sentra Media.

Yule, G. (2006). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, G. (2015). Kajian Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2018-04-22

How to Cite

Hestiyana, nfn. (2018). Kesantunan Tindak Direktif pada Tuturan Anak dan Orang Tua di Desa Ngumbul, Kabupaten Pacitan. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(1), 101–115. https://doi.org/10.31503/madah.v9i1.162