PENGINTEGRASIAN SASTRA PADA PEMBELAJARAN BAHASA MELALUI PENDEKATAN ILMIAH
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v5i1.177Keywords:
integrated thematic learning, scientific approach, literature learningAbstract
Scientific approach in the learning process is a feature that is becoming its own power from the existence of Curriculum 2013. The scientific approach is believed to be the golden bridge the growth and the development of attitudes, knowledge, and skills of learners. It is certainly not s impossible, because the learning itself is a scientific process (science). Scientific method refers to the technique of investigation into a phenomenon or symptoms, acquiring new knowledge, and then corrected by integrating previous knowledge. Scientific approach emphasizes on the involvement of learners in learning more intensively, creatively, and independently. In this approach, the success would look if learners are able to do some scientific measures ranging from observing, aski, reasoning, trying, and communicating. All these steps are unity and interlocking. Curriculum 2013 is also implementing an integrated thematic learning. In the Indonesian subjects were used for driving knowledge, integrated a variety of other subjects by using a specific theme. In this curriculum, the scientific approach is applied in all subjects, not least on the teaching of language and literature. Then, how the integration of literature on language learning in the curriculum in 2013 through a scientific approach this? Through descriptive method, the goal of this paper is to obtain an overview of integrating literature in the language learning in curriculum in 2013 through a scientific approach. By observing at the Indonesian textbooks promoted by the Agency for Development and Language Development for classes VII and X, it can be concluded that an integration of teaching literature in language learning, and vice versa can be started with literary learning through the application of scientific approach. However, in order to optimize learning lessons of Indonesian literature, teachers need to be careful and creative.  Pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran merupakan satu ciri yang menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang mustahil, sebab pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan). Metode ilmiah merujuk pada teknik investigasi atas suatu fenomena atau gejala, memeroleh pengetahuan baru, kemudian mengoreksi dengan memadukan pengetahuan sebelumnya. Pendekatan ilmiah menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara lebih intens, kreatif, dan mandiri. Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan tampak jika peserta didik mampu melakukan beberapa langkah ilmiah mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Semua langkah ini merupaan satu kesatuan dan saling mengait. Kurikulum 2013 ini juga menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Pada mata pelajaranbahasa Indonesia yang dijadikan penghela pengetahuan, diintegrasikan berbagai mata pelajaran lainnya dengan menggunakan tema tertentu. Pada kurikulum ini, pendekatan ilmiah diterapkan dalam semua mata pelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran bahasa dan sastra. Lalu, bagaimana pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah ini? Melalui metode deskriptif, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah memeroleh gambaran pengintegrasian sastra pada pembelajaran bahasa dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan ilmiah. Dengan melihat buku pelajaran bahasa Indonesia yang diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk kelas VII dan X dapat disimpulkan bahwa terjadi pengintegrasian pembelajaran sastra ke dalam pembelajaran bahasa, dan juga sebaliknya, pembelajaran bahasa bisa dimulai dengan pembelajaran sastra melalui penerapan pendekatan ilmiah. Akan tetapi, untuk mengoptimalkan pembelajaran sastra dalammata pelajaran bahasa Indonesia, dibutuhkan guru yang cermat dan kreatif.ÂReferences
Chaidir. 2007. ―Pujangga Ayolah Turun Gunung‖. Majalah Budaya Sagang, Nomor 109. Pekanbaru: Yayasan Sagang.
Hasan, Fuad. 2002. ―Catatan Pengantar Perihal Gagasan ‗Sastra Masuk Sekolah‘‖. Dalam Sastra Masuk Sekolah, Riris K. Toha-Sarumpaet (Ed.), hlm. 1—11. Magelang: Indonesia Tera.
Indonesia. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan. Jakarta: Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan.
Indonesia. 2013. Bahasa IndonesiaEkspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan.
Kamar, Iskandar. 1998. Majalah Budaya Sagang, Nomor 3. Pekanbaru:Yayasan Sagang.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. ―Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013‖. Diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.
Nawawi, Aep Saepuloh. 2013. ―Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu dengan Pendekatan Scientific‘‖. (http://saepulohnawawi.blogspot. com/, diakses 13 April 2014).
Rachmawati, Tutik. 2014. ―Pengelolaan Pembelajaran Tematik Terpadu‖. (http://www.vedcmalang.com/ppp ptkboemlg/index.php/, diakses 13 April 2014).
Sarumpaet, Riris K. Toha (Ed.). 2002. Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesia Tera.
Sarumpaet, Riris K. Toha. 2002. ―Pelajaran Bahasa dan Kekuatan Cerita‖. Dalam Sastra Masuk Sekolah, Riris K. Toha-Sarumpaet (Ed.), hlm. 20—33. Magelang: Indonesia Tera.
Sayuti, Suminto A. 2002. ―Sastra dalam Perspektif Pembelajaran: Beberapa Catatan‖. Dalam Sastra Masuk Sekolah, Riris K. TohaSarumpaet (Ed.), hlm. 34—48. Magelang: Indonesia Tera.
Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grasindo Persada.
Wiratno, Tri. 2013. ―Pembelajaran BahasaBerbasis Teks dan JenisJenis Teks‖. Makalah pada Sosialisasi Pembelajaran Bahasa
Indonesia dalam Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







