ASPEK LINGUISTIK DAN KEBERTERIMAAN DALAM PENERJEMAHAN

Authors

  • Raja Rachmawati Balai Bahasa Provinsi Riau

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v5i1.179

Keywords:

linguistics aspect, acceptability aspect, translation

Abstract

Translation does not only deal with language problems but also cultural problems. There are transferring language and culture in translation. Some aspects needs more attention in translation such as linguistics aspects which involve phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, sociolinguistics, and psycholinguistics. These aspects are able to give a strong basic for a translator to be a good translator. Another aspect that is also important is about form and meaning aspects. Meaning may appeared from various aspects such as the structure of languages, the situation of using language, and the social and culture of languages. The equivalence problems in target language are able to be coped with by giving definition, elaboration, or giving the explanation to the words. A translator should be able to process his translation well in the and a translator also should consider linguistics aspect, acceptability aspects, and politeness. High and low acceptability rate is also influenced by elaborating translator politeness  in the translation.  Penerjemahan bukan sekadar persoalan bahasa, tetapi juga menyangkut masalah budaya. Terdapat alih bahasa dan budaya dalam penerjemahan. Beberapa aspek perlu mendapat perhatian dalam penerjemahan seperti aspek-aspek linguistik yang mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosilinguistik, dan psikolinguistik. Aspek-aspek ini dapat memberikan dasar yang kuat bagi seorang ahli bahasa agar dapat menjadi penerjemah yang baik. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah unsur bentuk dan makna. Makna bisa ditimbulkan dalam berbagai konteks, makna bisa muncul karena struktur bahasa, situasi penggunaan bahasa, dan sosio-kultur budaya. Masalah keterpadanan makna dalam bahasa sasaran dapat diselesaikan dengan menempuh cara memberikan definisi, elaborasi, atau menerangkan kata-kata tersebut. Penerjemah harus mengolah hasil terjemahannya dengan baik dalam proses penerjemahan. Penerjemah juga  harus mempertimbangkan aspek-aspek linguistik, aspek keberterimaan, dan kesantunan berbahasa. Tinggi rendahnya nilai keberterimaan juga dipengaruhi oleh kesantunan berbahasa penerjemah dalam menguraikan hasil terjemahan. 

References

Al Farisi, M. Zaka. 2011. Pedoman Penerjemahan Bahasa Arab Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Beekman, J. Dan Callow, John. 1974. Translating the Word of God. Michigan: Zondervan.

Bell, Roger T.1991. Translation and Translating: Theory and Practice.

London: Longman Group Ltd.

CN Candlin Catford, J.C. 1974. A Linguistic Theory on Translation. London: Oxford University Press.

Hoed, Beny. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Larson, Mildred L. 1989. Penerjemahan Berdasar Makna. Terjemahan Kencanawati Taniran. Jakarta: Arcan.

Leech, Geofrey. 1974. Semantics. Baltimore: Pelican.

Lyons, John., 1995. Semantics. Cambridge: Cambridge University Press.

Machali, Rochayah. 2009. Pedoman bagi Penerjemah. Jakarta: Penerbit Kaifa.

Moentaha, Solihen. 2006. Bahasa dan Terjemahan. Jakarta: Kesaint Blanc.

Meschonnic, Henri. 2008. The Europe of Translation. Journal of Translation Studies, Vol. 1, No. 1, 2008, 34_40 . ISSN 1478- 1700 print/ISSN 1751-2921.

Miyanda, Fewdays. 2007. Total Meaning and Equivalence in Translation. NAWA Journal of Language and Communication, June 2007. University of Bostwana.

Nababan, M. Rudolf. 1997. Aspek Teori Penerjemahan dan Pengalihbahasaan. Surakarta: UNS Press.

__________. 2003. Teori Menerjemah Bahasa Inggris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nababan, Nuraeni & Sumardiono. 2010. Pengembangan Model Penilaian Kualitas Terjemahan. Artikel Publikasi Ilmiah Penelitian Hibah Kompetensi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Newmark, Peter. 1981. Approaches to Translation. Germany: Pergamon Press.

Nida, E.A. 1975. Language Structure and Translation. Leaden: E.J Brill.

Nord, Christiane. 2001. Translating as a Purposeful Activity: Functionalist Approaches Explained. Shanghai: Shanghai Foreign Language Education Press.

Pym, Anthony. 2007. Natural and Directional Equivalence in Theories of Translation .Target Volume 19 Issue 2 (2007), 271–294. issn 0924–1884 / e-issn 1569–9986 © John Benjamins Publishing Company.

Richards, Jack et al. 1985. Longman Dictionary of Applied Linguistics. London: Longman Group Limited.

Sadtono, F. 1985. Pedoman Penerjemahan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Sakri, Adjat. 1985. Ihwal Menerjemahkan. Bandung: ITB.

_________. 1993. Bangun Kalimat Bahasa Indonesia. Bandung: ITB.

Samiati, Tarjana. 1998. Masalah Makna dan Pencarian Padanaan dalam Penerjemahan. Makalah dalam Seminar S2 Linguistik. Surakarta: UNS.

Sang, Jian dan Zhang, Grace. 2008. Communication Across Languages and Cultures: A perspective of brand name translation from English to Chinese. Journal of Asian Pacific Communication 18:2 (2008), 225--246.doi10.1075/japc.18.2.07 san ISSN 0957–6851/E-ISSN 1569– 9838.

Al Farisi, M. Zaka. 2011. Pedoman Penerjemahan Bahasa Arab Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hoed, Beny. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Downloads

Published

2014-04-21

How to Cite

Rachmawati, R. (2014). ASPEK LINGUISTIK DAN KEBERTERIMAAN DALAM PENERJEMAHAN. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(1), 91–104. https://doi.org/10.31503/madah.v5i1.179