“SYAIR JAWIâ€: MANUSKRIP AMBON
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v5i1.181Keywords:
Ambon Malay, “Syair Jawiâ€, critical issue methodAbstract
The old manuscript is a record of the past culture, that contains a wide variety of way of life, way of thinking, moral teachings, advice, entertainment, challenge etc. Script is something that is unique, none of the old manuscripts are identical to other texts. While telling about the same thing, but each has different script. Each manuscript is a witness of a civilized world, a tradition of civilization. Philologist tried hard to bridge the time that has past, ignorance of the age of the text was written, to the proper interpretation. Disclosure of text  of “Syair Jawi†is done through transliteration, edits, and text analysis. Accordingly, the reader is expected to thoroughly understand, and take the wisdom contained in the text. “Syair Jawiâ€Â is written in Ambon malay language, contains advice to readers that all humans will return to God. This study uses a critical issue method. Manuscript “Syair Jawiâ€, using simple language that is easily understood by readers although grammatically considered to be less fulfilling language. This poem is more concerned with the content of a message, instructions, and knowledge of Islam, the content of “Syair Jawiâ€Â include message in order to do good to parents, following the teachings of the prophet Muhammad, beg for forgiveness, remembering the hereafter, the story of the birth of the prophet Muhammad, the benefits of prayers and special prayer for prophet Muhammad. The content of “Syair Jawi†shows that the life of Ambon Malay is very religious, based on the teachings of Islam. This suggests that the culture of Ambon Malay people in the past, was influenced by the Islamic teaching.  Naskah kuno adalah catatan dari budaya masa lalu, yang berisi berbagai macam cara hidup, cara berpikir, ajaran moral, saran, hiburan, tantangan, dan lain-lain. Naskah adalah sesuatu yang unik, tidak ada naskah kuno yang identik dengan teks lainnya. Walaupun naskah kuno bercerita tentang hal yang sama, tetapi masing-masing memiliki naskah yang berbeda. Setiap naskah adalah saksi dari dunia yang beradab, tradisi peradaban. Filolog berusaha keras untuk menjembatani waktu yang telah lalu, ketidaktahuan usia teks ditulis, dengan penafsiran yang tepat. Pengungkapan teks ―Syair Jawi‖ dilakukan melalui transliterasi, suntingan, dan analisis teks. Dengan demikian, pembaca diharapkan benarbenar memahami, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam teks. ―Syair Jawi‖ ditulis dalam bahasa Melayu Ambon, berisi nasihat kepada pembaca bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah. Penelitian ini menggunakan metode isu kritis. Naskah ―Syair Jawi‖, menggunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami oleh pembaca meskipun secara gramatikal dianggap kurang memuaskan bahasa. Puisi ini lebih peduli dengan isi pesan, petunjuk, dan pengetahuan tentang Islam, isi ―Syair Jawi‖ termasuk pesan untuk berbuat baik kepada orang tua, mengikuti ajaran Nabi Muhammad, mohon maaf, mengingat akhirat, kisah kelahiran nabi Muhammad, manfaat doa, dan doa khusus untuk nabi Muhammad. Isu ―Syair Jawi‖ menunjukkan bahwa kehidupan Ambon Melayu sangat religius, berdasarkan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa budaya Melayu Ambon di masa lalu, dipengaruhi oleh ajaran Islam.ÂReferences
al-Asqolani, Ibnu Hajar. 2009. Terjemahan Lengkap Bulughul Maram. Jakarta: Akbar, cet.2.
Baried, Siti Baroroh. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Behrend, T.E.1998. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara jilid 4.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Chambert-Loir, Henri dan Oman Fathurahman.1999. Khazanah Naskah Panduan Koleksi Naskah, Naskah-Naskah Indonesia Sedunia. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1980. Katalog Koleksi Naskah Maluku. Djoko Pradopo, Rachmat. 1990. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Endarmoko, Eko. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hoedoro Hoed, Benny. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Bandung: Pustaka Jaya.
Ikram, Achadiati. 1976. ―Sastra Lama Sebagai Penunjang Pengembangan Sastra Daerah, ― dalam Seminar Pengembangan Sastra Daerah 1975 (ed. Lukman Ali dan Sumardi).Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
______. 1997. Filologia Nusantara. Jakarta: Pustaka Jaya.
_____. 1980. Hikayat Sri Rama: Suntingan Naskah disertasi Telaah Amanat dan Struktur. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 1983. ―Khasanah Sastra Indonesia Lama Suatu Gudang‖.
_____. Dokumentasi Folklor, ― dalam Berita Antropologi tahun XI, no. 37, April—Juni. Kamil, Sukron. 2009. Teori Kritik Sastra Arab. Jakarta: Rajawali Press.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.1993. Jakarta; Pusat Bahasa. Keuning, J. 1973. Sejarah Ambon Sampai Pada Abad ke-17. Jakarta: Bhratara.
Lesmana, Maman.2010. Kritik Sastra Arab dan Islam. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Luxemburg, Jan van, dkk. 1992. Pengantar Ilmu Sastra, terjemahan Dick Hartoko, Jakarta: Gramedia.
Mu‘jizah. 2009. Iluminasi dalam SuratSurat Melayu abad ke-18 dan ke19. Jakarta. Kepustakaan Populer Gramedia.
Mulyadi, S.W.R. 1994. Kodikologi Melayu Indonesia. Depok: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Pujiastuti, Titik. 2006. Naskah dan Studi Naskah. Bogor: Akademis.
_____. 1999 . Sejarah Banten Edisi Kritik Teks. Jakarta: Universitas Indonesia.
Pedoman Transliterasi Arab Latin.2003. Departemen Agama Republik Indonesia.
Setiawan, Budi. 1985. Intisari Pelajaran Kesusasteraan Indonesia Solo: Seti-aji.
Short Cataloque of Ambon Manuscripts. 2011. The British Library bekerja sama dengan Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
S.O. Robson. 1994. Prinsip-Prinsip Filologi Indonesia.Jakarta: RUL.
_____. 1978. ―Pengkajian Sastra-Sastra Traditional Indonesia,‖ Bahasa dan Sastra No. 6/IV. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen P dan K.
Soebadio, Haryati. 1973. Masalah Filologi. Prasaran pada Seminar Bahasa Daerah, Bali -Sunda-Jawa, Yogyakarta.
_____. 1975. ―Penelitian Naskah Lama Indonesia,‖ Buletin Yaperna. Jakarta: Departemen P dan K.
Sutrisno, Sulastin. 1981. Relevansi Studi Filologi. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.
Teeuw, A.1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
______. 1966. Shair Ken Tambuhan. Kuala Lumpur: University of Malaya Press.
Wellek, Rene dan Austin Warrent. 1973. Teori Kesusasteraan, terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.
Yock Fang, Liaw. 2011. Sejarah Kesusasteraan Melayu Klasik. Jakarta:Yayasan Pustaka Obor.
Z. Leirissa, Richard. 1975. Maluku Dalam Perjuangan Nasional Indonesia. Lembaga Sejarah Fakultas sastra Universitas Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







