Strategi Kesantunan Pemandu Acara Mata Najwa pada Episode Cerita Para Juara: Kajian Pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.204Keywords:
pragmatics, politeness, Mata NajwaAbstract
AbstractPoliteness in language is a key to success for a program host to get comfortable in communication. The purpose of this study is to analyze and reveal Najwa Shihab’s politeness strategy in the episode ‘the Champions Stories’ of Mata Najwa program by using a pragmatic approach. The theory used in this study is the politeness theory of Brown and Levinson (1987). This descriptive and qualitative study employed free listening and involvement in conversation (SLBC) method and listening and note taking techniques. The data were collected from the episode of ‘the Champions Stories’ in Mata Najwa program . The results of the study shows that the politeness strategy used by Najwa Shihab is a direct strategy classified into positive and negative politeness. The most frequently used politeness strategy is positive politeness. The underlying factor is her firm and bold speaking character. Besides, she can obtain complete information from her guests in relaxed and polite manner. AbstrakKesantunan berbahasa merupakan kunci kesuksesan bagi pemandu acara untuk memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan strategi kesantunan yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam program acara Mata Najwa Episode para juara dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deksriptif dengan metode simak bebas libat cakap (SLBC) dengan teknik simak dan catat. Sumber diambil dari program acara Mata Najwa episode cerita para juara. Hasil penelitian menunjukkan strategi kesantunan yang digunakan Najwa Shihab yaitu strategi langsung bersifat kesantunan positif, kesantunan negatif, dan kesantunan positif. Kesantunan terbanyak yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam program acara Mata Najwa episode cerita para juara adalah kesantunan positif, hal tersebut dilatarbelakangi Najwa adalah seseorang yang tegas, berani dalam bertutur. Hal ini juga menjadi ciri khas Najwa untuk mendapatkan informasi selengkap dari narasumber dengan pembawaan santai tetapi tetap santun.References
Chaer, Abdul. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kridalaksana, Harimurti. (2009). Kamus Linguistik: Edisi keempat. Jakarta: Gramedia.
Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik (Penerjemah M.D.D Oka). Jakarta: UI Press.
Mahsun. (2007). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rahmiati, R. (2018). Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Uin Alauddin Makassar Dalam Berkomunikasi Dengan Dosen. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 6(1), 164–177. https://doi.org/10.24252/ad.v6i1.4873
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata
Wijana, I Dewa Putu. (1996). Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Ofset.
Yuni, Qonita Fitra. (2013). Kesantunan Berbahasa Dalam Mata Najwa (Tinjauan Pragmatik) Vol. 1 No. 7. Hlm. 706-717.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







