Hubungan Kekerabatan Bahasa Melayu Patani dengan Bahasa Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i1.225Keywords:
kinship, Patani Malay language, Minangkabau language, lexicostatisticsAbstract
Penelitian ini adalah penelitian bahasa Melayu Patani dan bahasa Minangkabau dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan serta waktu pisah kedua bahasa tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menerapkan teknik leksikostatistik. Instrumen penelitian ini merupakan 200 kata dasar Morris Swadesh. Berdasarkan analisis data 200 kata ditemukan 4 kata yang tidak diperhitungkan sehingga kosakata yang diperhitungkan total sebanyak 196 kata. Dari 196 kata tersebut terdapat 128 kata yang berkerabat dan 68 kata yang tidak berkerabat. Adapun tingkat persentase kekerabatan kedua bahasa ini adalah sebesar 65%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua bahasa ini mulai berpisah antara 0.994–0.888 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1025–1135 M dihitung dari waktu sekarang (2019). Berdasarkan hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kedua bahasa ini memiliki hubungan kekerabatan dalam klasifikasi keluarga (family) serta memiliki waktu pisah antara 5–25 abad yang lalu.References
Ajid Che Kob. 1985. Dialek Geografi Pasir Mas. Monograf 5. Institut Bahasa Kesusasteraan dan Kebudayaan Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.
Alijah, Siti. 2016. “Kekerabatan Bahasa Bugis dan Bahasa Muna†Jurnal Humanika, No. 16, Vol. I. Deiksis 1 Maret 2016.
Collins, J. T & Hussin Dollah. 1988. â€Catatan Fonologi Kelantan: Konsonan [ℵ]â€. Jurnal Dewan Bahasa 32 :874–887.
Ibrahim, Abd, Syukur, dan Syamsudin, Machrus.1979. Prinsip dan Metode Linguistik Historis. Surabaya: Usaha Nasional.
Indrariani, Eva, Ardiana. 2017. “Leksikostatistik Bahasa Jawa dan Bahasa Sundaâ€. Jurnal PIMSI XXXIX. Semarang. Deiksis tanggal 7-8 November 2017.
Istiqamah. 2017. “Kekerabatan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (Malaysia): Kajian Linguistik Historis Komparatifâ€. Aceh. Universitas Serambi Mekah. Vol. I. Deiksis Oktober 2017. hlm, 222-226.
Jehwae, Phaosan. 2014. Dilema Bahasa Melayu sebagai Bahasa Pengantar Pembelajaran di Pondok Pesantren Patani Thailand Selatan. Jurnal Ta’dib, Vol. XIX, No. 02, Edisi November 2014.
Keraf, Gorys. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nadra. 2006. Rekonstruksi Bahasa Minangkabau. Padang: Andalas University Press.
Nadra. 2009. Dialektologi: Teori dan Metode. Padang; Andalas University Press.
Nothofer, B. 1997. Dialek Melayu Bangka. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.
Oktariza, Dodi. 2013. “Hubungan Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi dan Bahasa Minangkabau†(Tesis). Padang, Universitas Andalas. Deiksis tanggal November 2013.
Sudaryanto. 1993. Metode Linguistik. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







