Bentuk Negasi dalam Bahasa Mandailing

Authors

  • Ibnu Ajan Hasibuan Magister Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.230

Keywords:

Negasi, Bahasa Mandailing Panyabungan, kalimat

Abstract

AbstractNegation is a denial form in language which function to deny a statement of an interlocutor. This study aims to analyze words for negation in the Panyabungan Mandailingnese . The research used qualitative method and descriptive analysis. The data were collected from native speakers by means of interviewing, listening and note taking techniques. The Data were analyzed to find out the connotative meanings so as their negation functions were explained . The results of the study show that there are several words for negation in mandailingnese namely ‘inda’, ‘unang’, ‘nangkon’, ‘biai’, ‘anggo na’, and ‘nanggo’. There are  also words for negation in Panyabungan Mandailingnese bound to auxiliary words such as a combination between ‘anggo’ and ‘na’ results in a form of negation. AbstrakPenegasian adalah bentuk pengingkaran yang sering digunakan dalam berbahasa dengan tujuan mengingkari suatu pernyataan oleh lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata negasi dalam bahasa Mandailing Panyabungan. Adapun metode yang dilakukan ialah metode kualitatif melalui analisis deskriptif pada data yang dikumpulkan dari narasumber atau penutur asli melalui teknik wawancara, simak, dan catat. Data diambil dan dianalisis hingga mendapatkan makna konotasi yang menjelaskan fungsi negasi tersebut. Dari analisis yang dilakukan ada banyak kalimat dalam BMP menggunakan metafora atau konotasi dalam penegasian. Keunikan yag terdapat pada negasi Mandailing dari beberapa klausa ialah kata negasi yang selalu berada pada awal kalimat, misalnya inda, anggo, nangkon, biai. Penegasian dalam BMP juga memiliki kata yang terikat dengan kata bantu seperti anggo dengan na yang apabila dihubungkan maka akan muncul bentuk negasi.

References

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

De Abrew, Kalutoth Kamal. 1981. The Syntax and Semantics of Negation in Sinhala. Disertasi pada Cornel University.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT Eresco.

Givon, Talmy. 1979. On Understanding Grammar. New York: Academic Press.

Heinemann, F.H. 1944. "The Meaning of Negation" Proceedings of the Aristotelian Society 44: 127--52.

Laginem. 1999. “Pengingkaran dalam Bahasa Jawaâ€. Widyaparwa. Nomor 53, Oktober 1999. Yogyakarta: Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Payne, J. 1985. "Negation." dalam Shopen (ed) : 197--242.

Ramlan, M. 1996. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono.

Simanjuttak, M. 1987. Pengantar Psikolinguistik Modren. Kuala Lumpur: Dewan bahasa dan Pustaka.

Sudaryono. 1993. Negasi dalam Bahasa Indonesia: Suatu Tinjauan Sintaksis dan Semantik. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Sutopo, H.B. 2002. Metode Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Penerapannya dalam Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Downloads

Published

2020-10-30

How to Cite

Hasibuan, I. A. (2020). Bentuk Negasi dalam Bahasa Mandailing. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 11(2), 195–204. https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.230