Perspektif Gender dalam Koba Malin Deman
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i1.247Keywords:
feminisme, bias gender, perempuan Melayu RiauAbstract
Koba Malin Deman (KMD) merupakan cerita rakyat yang disampaikan dengan cara dinyanyikan. Cerita KMD menceritakan perkawinan antara manusia dengan bidadari. Yang menarik dari Koba Malin Deman versi Melayu Riau ini adalah bersatunya antara manusia dan bidadari hingga akhir cerita. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan feminisme dengan teori feminisme eksistensialis. Metode deskriptif dipergunakan untuk mendeskripsikanbentuk-bentuk ketertindasan perempuan terhadap hegemoni patriarkat di ranah domestik, sedangkan teori feminisme eksistensialis dipergunakan untuk menganalisis perjuangan perempuan menjadi subjek.Hasil analisis menunjukkan bahwa teks KMD memperlihatkan bias gender. Perempuan dalam cerita ini menjadi objek sekaligus subjek. Ketertindasan perempuan dikarenakan adanya pelabelan stereotip negatif dan perempuan sebagai objek penilain dan pengamatan laki-laki. Subjektivitas perempuan ditunjukkan dengan cara menjadi perempuan intelektual sehingga bisa membebaskan diri sendiri dan membebaskan diri dari lingkungan ideologi patriarki. Dalam pandangan kaum feminis, perjuangan perempuan untuk menjadi subjek belum bisa dikatakan sebagai subjek yang absolut. Posisinya dalam masyarakat hanyalah sebatas mendukung peran gender tradisional, yaitu istri mendukung kesuksesan suami. ÂReferences
Amanriza, E.R. dkk. (1989). “Koba Malin Deman.†In Sastra Lisan Orang Riau, Pekanbaru: Pemerintah Daerah Tingkat I, Provinsi Riau. Proyek Inventarisisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Riau.
Annisa, P.___ “Kebudayaan Melayu Riau.†https://www.academia.edu/7535760/Kebudayaan-melayu-riau.
Aquarini. “Feminis Tidak Selalu Harus Perempuan.â€
Beauvoir, S.D. (2003). Second Sex. Kehidupan Perempuan. Terj. Toni B. dan Annisa, Pahlevi. “Kebudayaan Melayu Riau.†https://www.academia.edu/7535760/Kebudayaan-melayu-riau.
Aquarini. “Feminis Tidak Selalu Harus Perempuan.â€
Effendi, T. (1989). Ungkapan Tradisional Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
________. (2000). Pemimpin Dalam Ungkapan Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Fakih, M. (2008). Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hakim, M. T. (2014). “Estetika Di Dalam Hikayat Malim Deman.†Jumantara Vol 5: Hal. 67—84.
Hamidy, U.U. (2002). Riau Doeloe-Kini Dan Bayangan Masa Depan. Pekanbaru: Pusat Pengkajian Melayu, Universitas Islam Riau.
Mantik, M. J. K. (2006). Gender Dalam Sastra: Studi Kasus Drama Mega-Mega. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Mayani, L. A. (2016). “Analisis Gender Dan Transformasi Sosial.†badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/Analisis Gender dan Transformasi Sosial_Luh Anik.pdf (meresensi buku Analisis Gender dan Transformasi Sosial, karya Fakih, Mansour.
Milner, M. (1992). Freud Dan Interpretasi Sastra. Jakarta: Intermasa.
Moore, H. L. (1998). Feminisme Dan Antropologi. Jakarta: Proyek Studi Jender dan Pembangunan FISIP-UI dan penerbit Obor.
Sabakti, S. (2016). “Perbandingan Cerita Mahligai Keloyang Dan Koba
Malin Deman.†Jurnal Madah 7: 97--114.
Sari, R. W. ____“Intertekstual Cerita Rakyat Si Malin Deman Dan Kaba Malin Deman.†http://pustaka.unpad.ac.id/archives/107297.
Suharto, S. (2005). Kritik Sastra Feminisme. Teori Dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tong, R. P. (2010). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif Kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Bandung: Jalasutra.
Utaminingsih, A. (2017). Gender Dan Wanita Karir. Malang: UB Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







