Perlawanan Perempuan dalam Tango dan Sadimin Karya Ramayda Akmal
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v12i1.389Keywords:
Perempuan, Domestifikasi, Kelas sosial, Patriaki, NovelAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan dan bagaimana perlawanan itu dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan yang mengalami penindasan akan kelas sosial mereka di dalam novel Tango dan Sadimin karya Ramayda Akmal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis marxis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memahami adanya gambaran perlawanan perempuan terhadap ketertindasannya yang masih dianggap sebagai manusia kelas dua, baik di dalam rumah tangga maupun di lingkungan sosialnya. Penelitian ini menemukan beberapa bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel, yaitu perlawanan domestifikasi, perlawanan terhadap kelas sosial, dan perlawanan terhadap patriaki. Adapun perlawanan yang dilakukan adalah dengan cara menjadi pelacur, keluar dari kelas pelacur dan anak jalanan, tidak tunduk pada dominasi suami, dan pergi meninggalkan keluarga (suami dan anak).References
Akmal, Ramayda. (2019). Tango dan Sadimin. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Fakih, M. (2016). Analisis Gender dan Transformasi Sosial, edisi terbarukan. Yogyakarta: Insist.
Hidayat, S. (2018). Perjuangan Perempuan Papua dalam Novel Namaku Teweraut dan Tanah Tabu. Madah. core.ac.uk. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/230548403.pdf
Kadarusman, A. (2005). Relasi Gender dan Feminisme. Yogyakarta: Kreasi Wacana, Cet.
Made Darmayanti, I. A. (2015). Seksualitas Perempuan Bali dalam Hegemoni Kasta: Kajian Kritik Sastra Feminis pada Dua Novel Karangan Oka Rusmini. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v3i2.4472
Madsen, D. L. (2017). Feminist Theory and Literary Practice. Feminist Theory and Literary Practice. https://doi.org/10.2307/j.ctt18fs482
Maulana, R., & Supriatna, N. (2019). Ekofeminisme: Perempuan, Alam, Perlawanan atas Kuasa Patriarki dan Pembangunan Dunia (Wangari Maathai dan Green Belt Movement 1990-2004). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 8(2), 261–276. https://doi.org/10.17509/factum.v8i2.22156
Nihayah, I., & Suharto, D. A. N. Y. (2020). Feminisme dan kritik ideologi terhadap ilmu pengetahuan. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 29, 137–149. https://doi.org/https://doi.org/10.30762/empirisma.v29i2.2348
Ratna, N. K. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra Cet. XII. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ruthven, K. . (1988). Feminist Literary Studies: An Introduction. Atlantis: Critical Studies in Gender, Culture & Social Justice.
Soebiyantoro, S. A. (2015). Studi Feminis Marxis dalam Praktik Penindasan pada Rumahtangga Buruh Tani Berdasarkan Perspektif Feminis Marxis. Jurnal Sosiologi, 3(1), 1–6.
Tayibnapi, R. G., & Dwijayanti, R. I. (2018). Perspektif Feminis Dalam Media Komunikasi Film (Wacana Kritis Perjuangan Keadilan Gender dalam Film “Three Billboard Outsideâ€). Jurnal Oratio Directa.
Tong, R. P. (2010). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis, terj. Aquarini Priyatna Prabasmoro. Yogyakarta: Jalasutra.
Wiyatmi. (2012). Kritik Sastra Feminis. Ombak. https://doi.org/10.4324/9780203123294
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







