Kemampuan Verbal Penderita Auditory Agnosia
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v9i2.66Keywords:
auditory agnosia, kemampuan mendengar, kemampuan verbalAbstract
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan kemampuan mendengar Tifa berdasar hasil pemeriksaan oleh PT Kasoem Hearing, menggunakan Brainsteam Evoked Response Audiometry (BERA) dan Otoacoustic Emission (OAE). Menjelaskan kemampuan verbal Tifa menggunakan teori kesalahan fonologi oleh Blumstein digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan fonologis yang diujarkan oleh Tifa, teori pengelompokan kelas kata pada tataran morfologi, serta untuk mengetahui kemampuan sintaksis Tifa menggunakan teori yang dikemukakan Kridalaksana. Penelitian ini merupakan studi kasus pada salah satu pasien auditory agnosia Poliklinik THT RSUP M. Djamil Padang. Metode dan teknik yang digunakan terdiri atas: metode simak untuk tahap pengumpulan data dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), catat, dan rekam. Metode padan artikulatoris untuk tahap analisis data, dan metode penyajian formal dan informal untuk tahap penyajian hasil analisis data. Sumber data dalam penelitian ini berbentuk lisan yang diambil dari ujaran penderita auditory agnosia, yaitu Tifa. Penelitian ini menemukan bahwa derajat kemampuan mendengar Tifa berada pada kategori sedang berat dengan ambang pendengaran 60—70dB. Kesalahan fonologis terdiri atas penggantian, penghilangan, penambahan, dan ketidakteraturan bunyi. Tataran kelas kata yang paling dipahami anak adalah hal-hal yang paling dekat dengannya dan berada dekat di lingkungan sekitarnya. Kemapuan anak pada tataran kalimat, Tifa bisa melafalkan struktur kalimat lengkap, tetapi cenderung terbolakbalik antara unsur objek yang selalu mendahului predikat.References
Arifuddin. (2010). Neuropsikolinguistik. Jakarta: Rajawali Pers.
Ginting, F. (2012). Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-10 Melalui Permainan Bowling Plastik Bagi Anak Tuna Rungu Ringan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 1(2), 101—111. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.ph p/jupekhu
Helti, M. (1997). Kemampuan Bahasa Verbal di Panti Penderita Cacat Mental di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kuranji Padang: Studi Kasus. Padang: Universitas Andalas.
Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbahasa dan Berbicara Anak Tuna Rungu. JASSI_anakku, 7(1), 101—110. Retrieved from http://103.23.244.11/Direktori/F IP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/1963 02081987032TATI_HERNAWATI/jurnal.pdf
Irmawati, D., & Prasetyo, A. (2010). Hubungan Gangguan Pendengaran dengan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus pada Siswa Kelas V SD di Kota Semarang). Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/23312/ 1/Dwi_Irma.pdf
Khair, U. (2002). Gambaran Kemampuan Berbahasa Lisan Anak Tuna Rungu. Padang: Universitas Andalas.
Kridalaksana, H. (2002). Struktur, Kategori, dan Fungsi dalam Teori Sintaksis. Jakarta: Atma Jaya.
Marisa, R. (2004). Kemampuan Berbahasa Lisan Cerebral Palsy Jenis Spasticity di SDLBN No.31 Kelurahan Pondok Duo Kecamatan Pariaman Tengah. Padang: Universitas Andalas.
Muchlich, M. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Rachmiati. (1995). Komunikasi Pada Anak Tuna Rungu Suatu Studi Kasus pada SLB Limau Manis Padang. Padang: Universitas Andalas.
Ramlan, M. (2009). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.
Sastra, G. (2005). Ekspresi Verbal Penderita Strok dari Sudut Analisis Neurolinguistik. Malaysia: Universiti Putra Malaysia.
Sastra, G. (2011). Neurolinguistik Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta.
Sastrawinata, E. (1977). Pendidikan Anak-anak Tunarungu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soepardi, E. A., Iskandar, N., Bashiruddin, J., & Restuti, R. D. (2012). Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher (Edisi Ketujuh). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Solikhatun, Y. U. (2013). Penyesuaian Sosial pada Tuna rungu di SLB Negeri Semarang. Educational Psychology Journal, 1(2), 65—72.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Tarigan, H. G. (1984). Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.
Yusuf, S. (1998). Fonetik dan Fonologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







