CERITA LISAN “YONG DOLLAHâ€: PEWARISAN DAN RESISTENSI BUDAYA ORANG MELAYU BENGKALIS
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v5i1.172Keywords:
Yong Dollah, inherentence strategies, culture resistenceAbstract
Humorous stories Yong Dollah is one form of oral literature that very popular in Bengkalis Malay community. Yong Dollah is a nickname of a Malay's character. His real name is Abdullah bin Endong, who is expected to be born in Bengkalis around 1906. One of the inheritance strategy of Yong Dollah oral stories which makes distribution spreaded widely and became popular by telling the story about him in front of friends at the coffee shop, in spare time. Activities "drink coffee in the spare time" is then often called kahwe. It is also that later differentiate oral stories inheritance system in general, which is usually passed down through families. In addition, this study also wants to show that, through kahwe tradition inheritance system is closely linked to the culture of the Bengkalis Malay resistance through Yong Dollah oral stories against colonialism and globalization. It also shows that the oral tradition is still believed to have the power to operate the functions of transformative in people's lives.  Cerita-cerita jenaka Yong Dollah adalah salah satu bentuk sastra lisan yang sangat populer di lingkungan masyarakat Melayu Bengkalis. Yong Dollah adalah sebuah nama panggilan dari seorang tokoh Melayu bernama asli Abdullah bin Endong, yang diperkirakan lahir di Bengkalis sekitar tahun 1906. Salah satu strategi pewarisan cerita-cerita lisan Yong Dollah yang membuat penyebarannya meluas dan menjadi populer adalah dengan menuturkannya di depan kawan-kawannya di kedai kopi, di waktu senggang. Aktivitas ―minum kopi di waktu senggang‖ ini kemudian kerap disebut kahwe. Hal ini juga yang kemudian membedakan sistem pewarisan cerita lisan pada umumnya, yang biasanya diwariskan melalui keluarga. Selain itu, penelitian ini juga hendak menunjukkan bahwa sistem pewarisan melalui tradisi kahwe ini terkait dengan upaya resistensi budaya orang Melayu Bengkalis melalui cerita-cerita lisan Yong Dollah terhadap kolonialisme dan globalisasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa tradisi lisan masih dipercaya memiliki kekuatan dalam mengoperasikan fungsi-fungsi transformatifnya dalam kehidupan masyarakat.References
Ahimsa-Putra, Heddy Sri., 2001. Strukturalisme Levi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Press.
_______(ed), 2006. Esei-esei Antropologi, Teori, Metodologi dan Etnografi. Yogyakarta: Kepel Press.
Adejunmobi, Moradewun., 2011. Revenge of the Spoken Word?: Writing, Performance, and New Media, in Urban West Africa, dalam Oral Tradition, 26/1.
Brunvand, Jan Harol. 1968. The Study of American Folklore: An Introduction. New York: W.W. Norton & Co. Inc.
Chambert-Loir, Henri., 2011. Sultan, Pahlawan, dan Hakim. Jakarta, KPG.
Danandjaja, James., 2007. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta, Pustaka Utama Grafiti.
Duija, I Nengah., 2005. Tradisi Lisan, Naskah, dan Sejarah, Sebuah Catatan Politik Kebudayaan, dalam Jurnal Wacana, Vol. 7 No. 2. Jakarta: Universitas Indonesia.
Esten, Mursal. 1992. Tradisi dan Moderitas dalam Sandiwara: Teks Sandiwara Cindua Mata Karya Wisman Hadi dalam Hubungan dan Mitos Minangkabau Cindur Mata. Jakarta: Intermasa.
Fang, Liaw Yock., 2011. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Finnegan, Ruth., 1977. Oral Poetry, Its Nature, Significance, and Social Context. Cambridge: Cambridge University Press.
_______1989. Oral Traditions and the Verbal Arts, A guide to Research Practices. London dan New York: Routledge.
Habermas, Jurgen., 2010. Ruang Publik, Sebuah Kajian tentang Kategori Masyarakat Borjuis. Bantul: Kreasi Wacana.
Hamid, Rogayah A (ed), 2007. Tradisi Lisan, Manifestasi Cendekiawan Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Hisyam, Muhammad., 2005, Potret Penghulu dalam Naskah, Sebuah Pengalaman Penelitian, dalam Jurnal Wacana, vol. 7 no. 2. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hutomo, Suripan Sadi., 1991. Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Surabaya: Hiski Jatim.
Isjoni., 2007. Orang Melayu di Zaman yang Berubah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jalil, Abdul., 1990, Yong Saen Kapal Luar. Pekanbaru, Unri Press.
Junus, Hasan (dkk), 2002, Sejarah Kabupaten Bengkalis. Bengkalis: Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis.
Kafrawi, Hang., 2002, Wawancara Khayal dengan Yong Dollah. Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau.
Kang, Yoonhee., 2005, Untaian Kata Leluhur, Marjinalitas, Emosi dan Kuasa Kata-kata Magi di Kalangan Orang Petalangan Riau. Jurnal Kajian, Vol. 1 No. 1, Januari. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.
Koster, G.L., 2011, Mengembara di Taman-taman yang Mengoda, Pembacaan Naratif Melayu. Jakarta, KITLV.
Lord, Albert B., 1981, The Singer of Tales. London, Harvard University Press.
Ong, W.J., 1983. Orality and Literacy: The Technologizing of The Word. London and New York: Methuen.
Pudentia (ed.)., 1998, Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan.
_______1999, Makyong: Transformasi Seni Melayu Riau. Laporan Penelitian, Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Rahman, Elmustian (dkk)., 2011, Adat Istiadat dan Potensi Wisata Kabupaten Bengkalis. Hasil Penelitian P2KK Universitas Riau, belum dipublikasikan.
Ratna, Nyoman Kutha., 2011. Antropologi Sastra, Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rotoyati, Ottih. 1979. Si Kabayan: Sebuah Studi tentang Sistem Nilai Budaya dan Sikap Hidup Masyarakat Sunda. Skripsi pada Fakultas Sastra Unpad.
Scott. James C. 2000. Senjatanya Orangorang yang Kalah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sedyawati, Edi., 1996, Kedudukan Tradisi Lisan dalam Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu-Ilmu Budaya, dalam Warta ATL, Jurnal Pengetahuan dan Komunikasi Peneliti dan Pemerhati Tradisi Lisan. Edisi II Maret. Jakarta, ATL.
Simanjuntak, Bungaran Antonius., 2010. Melayu Pesisir dan Batak Pegunungan (Orientasi Nilai Budaya). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Simon, Fransiskus., 2008, Kebudayaan dan Waktu Senggang. Yogyakarta: Jalasutra.
Storey, John., 2010. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop, Pengantar Komprehensif Teori dan Metode. Yogyakarta: Jalasutra.
Sweeney, Amin., 1987, A Full Hearing, Orality and Literacy in the Malay Word. London, University of California Press.
_______2011, Puncak Gunung Es, Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Kebudayaan MelayuIndonesia. Jakarta, KPG dan Majalah Horison.
Syed Omar, Syarifah Maznah., 1995, Mitos dan Kelas Penguasa. Pekanbaru, Unri Press.
Teew, A. 1994. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







