Makian Referen Keadaan dalam Bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo: Kajian Sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.199Keywords:
swearing, swearing of referent situation, jambi’s malay language, sociolinguisticsAbstract
AbstractJambi is a province in Indonesia which is divided into eleven regencies and and municipalities. One of the regencies is Bungo whose capital is Muara Bungo. Muara Bungo community uses Jambi Malay language to interact one other. This study discusses about the situational referents of swear words in Jambi Malay language. The background of the research was the habits of Muara Bungo community in using swear words to express anger, disappointment, resentment, hatred, etc. The purpose of this study is to identify, describe, and explain the situational referents of the swear words in Jambi Malay language. The data were collected by means of listening, interview, recording and note taking techniques. They were analyzed by means of distributional and identity methods. The results of the analysis of this qualitative research were presented in an informal descriptive form. They show that the situational referents of the swear words in Jambi Malay language are different from other regional languages in terms of form, naming, and function of swear words. AbstrakJambi merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Jambi memiliki 11 kabupaten, salah satunya adalah Muara Bungo. Masyarakat Muara Bungo menggunakan bahasa Melayu Jambi untuk berinterakasi satu sama lain. Penelitian ini dilatarbelakangi kebiasaan masyarakat Muara Bungo menggunakan makian pada saat mengekspresikan rasa marah, kesal, kecewa, benci, dan lain-lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menjelaskan makian yang mengandung referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik wawancara. Penelitian ini juga menggunakan teknik rekam dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan dan agih. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskriptif informal. Penemuan hasil penelitian menunjukkan bahwa makian referen keadaan dalam bahasa Melayu Jambi memiliki perbedaan dengan bahasa lainnya, yaitu dari segi bentuk, penamaan, fungsi makian.References
Chaer, Abdul dan Agustina. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta
Fransiska, Yurike. (2018). “Kata Makian Pada Komik: Suatu Kajian Pragmatik.†Universitas Nusantara PGRI: Kediri
Hymes, Dell. (1989). Foundations in Sociolinguistics: An Ethnographic Approach Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Idris, dkk. ¬¬¬. “Kesantunan Berbahasa Melayu Jambi Dialek Limbur dalam Tindak Tutur Anak Kepada Orang Tua di Dusun Renah Sungai Besar Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo, Jambi.†Universitas Bung Hatta.
Kridalaksana, Harimurti. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Laksana, I Ketut Darma. (2009). “Tabu Bahasa: Salah Satu Cara Memahami Kebudayaan Bali.†Denpasar: Udayana University Press.
Lepine & Leigh. (2005). Advanced swearing handbook. Summersdale publishers
Ljung, Magnus. (2011). Swearing a Cross-Cultural Linguistic Study. University of Stockholm, Sweden. Palgrave Macmillan.
McEnery, Toni. (2006). Swearing in English. Routledge: London and New York
Moleong, J Lexy. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Bandung
Montagu, Ashley (1967). The Anatomy of Swearing. University of Pennsylvania Press
Putra, Rachmad R. (2010). “Bentuk dan Fungsi Kata Umpatan pada Komunikasi Informal di Kalangan Siswa SMA Neferi 3 Surabaya: Kajian Sosiolinguistik.†Surabaya
Racmawati, Desi. (2016). “Makian dalam Komentar di Akun Intagram @Lambe_Turah.†Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta
Ramlan, M. (1987). Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono
Rosidin, Odin. (2010). “Kajian Bentuk, Kategori, Dan Sumber Makian, Serta Alasan Penggunaan Makian Oleh Mahasiswa†(online), (http://www.lontar.ui.ac.id, diakses pada tanggal 10 Januari 2019)
Soeparno. 2002. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: PT Tiara Wacana
Sudaryanto(1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa : Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistics. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sudaryanto(2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press
Sudaryanto, dkk. (1982). â€Kata-kata Afektif dalam Bahasa Jawaâ€. Laporan Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta: Departemen Pendidikan
Sudaryanto. (1998b). Metode dan Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Wijana, I Dewa Putu. dan Rohmadi, Muhammad. (2006). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Winingsih, Tri. (2010). “Pisuhan dalam basa Suroboyoan: kajian sosiolinguistikâ€. Thesis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







