Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Politisi dalam Kontroversi Ancaman People Power Pascapilpres
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.201Keywords:
Violatio, Politeness, Politicians, Mata NajwaAbstract
AbstractThe politeness in language in ‘the Mata Najwa’ talk show on TransTV is interested to study due to contradictory opinions expressed by guests who ended up in disrespectful speeches and debates. In line with the background, this study was aimed at describing the violation of the Leech’s politeness principle in language in the Mata Najwa talk show on TransTV. To reveal the violation, a descriptive method and a qualitative approach are used. The research subjects in this study were the speeches of the politicians in the Mata Najwa talk show on TransTV. The data used in this study are words, phrases and sentences that violate the maxims of politeness in accordance with Leech. The data were collected by means of documentation, listening and note-taking techniques. The data were initially analyzed by selecting the data which are assumed to violate Leech’s principles of politeness. Then the data were classified based on the violations of politeness maxims. The results showed that the violations of politeness in language found in the program of Mata Najwa talk show on TransTV included the six maxims of politeness in language; namely the maxims of tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy.  AbstrakKesantunan berbahasa dalam acara talk show Mata Najwa di TransTV menarik untuk diteliti karena pada acara tersebut pihak yang diwawancarai atau diskusi sering kali mengutarakan pendapat yang berbeda dan berujung pada tuturan dan perdebatan yang tidak santun. Sejalan dengan latar belakang tersebut, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah menghasilkan deskripsi tentang pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa Leech dalam acara talk show Mata Najwa di TransTV. Untuk mendeskripsikan tentang pelanggaran kesantunan tersebut digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah tuturan politisi di acara talk show Mata Najwa di TransTV. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang melanggar maksim-maksim kesantunan Leech. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data ada tiga teknik, yaitu (1) teknik dokumentasi, (2) teknik simak, (3) dan teknik catat. Kegiatan analisis data dimulai dengan penyeleksian data yang diduga sebagai bentuk tuturan melanggar prinsip kesantunan Leech. Kemudian data diklasifikasikan berdasarkan pelanggaran maksim-maksim kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat dalam acara di acara talk show Mata Najwa di TransTV mencakup keenam maksim kesantunan berbahasa; yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian.References
Aryani, Dwi. (2010). Pelanggaran Prinsip Kesantunan dan Implikatur dalam Acara Opera Van Java Trans 7: Sebuah Kajian Pragmatik. Surakarta.https://eprints.uns.ac.id/7726/1/192601511201 109561.pdf/ diakses pada 15 Mei 2019, 09: 19
Asteria, Vidya Prima. (2017). Pengenalan Permainan Tradisional Indonesia di Kelas BIPA. Jurnal diksi vol: 4 No.1 Maret 2017. https://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasa stra/article/view/1490/1005
Chaer Abdul. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: Renika Cipta
Chaer, Abdul. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta
Darmadi, Hamid. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Kasiyun, Suharmono. (2015). Upaya meningkatkan Minat Baca Sebagai Sarana Untuk Mencerdaskan Bangsa. Jurnal diksi vol: 1 No. 1 Maret 2017 https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi/article/ view/140
Leech, Geoffrey. (1983). Principle Of Pragmatics. Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh M. D. D Oka. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: UI Press.
Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Penerbit University Indonesia (UIPress).
Locher dan Bousfield. (2008). Impolitness in Language. German: Walter de Gruyter GmbH & Co. KG, D-10785 Berlin.
Moleong, Lexi. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nadar, F. X. (2013). Pragmatik dan penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Pranowo. (2009). Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Rahardi, Kunjana. (2008). Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Rani, Abdul, Bustanul Arifin dan Martutik. (2010). Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Malang: Bayumedia Publishing.
Rohmadi, Muhammad. (2004). Pragmatik: Teori dan Analisis. Yogyakarta: Lingkar Media.
Supratno, Haris. (2015, Maret). Multikultural dalam Prespektif Islam. Jurnal diksi vol : 1 No. 1 Maret 2015. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi/article/view/14/5
Turistiani, Trinil Dwi. (2013, September). Fitur Kesalahan Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan dalam Makalah Mahasiswa. Jurnal diksi vol : 1 No. 1 September 2013. http://ejournal.fbs.unesa.ac.id/index.php/Param asastra/article/viewFile/5/8
Tarigan, Henry Guntur. (2009). Pengkajian Pragmatik. Bandung: Angkasa.
Wijana, I Dewa Putu. (1996). Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.
Wijana, I dewa Putu dan Rohmadi, Muhammad. (2010). Analisis Wacana Pragmatik. Kajian teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yulianto, Bambang. (2007, Januari). Kurikulum Bahasa Indonesia: Problematika di Lapangan. Jurnal diksi vol. : 14 No. 1 Januari 2007. https://journal.uny.ac.id/index.php/diksi/article/viewFile/ 6545/5605.
Yuniseffendri. 2007. Analisis wacana. Surabaya: Penerbit FBS Unesa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







