Analisis Semantik Idiom Jepang yang Mengandung Unsur Leksem Hati (Kokoro)
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i1.241Keywords:
idiom, Kokoro, Perubahan makna, SemantikAbstract
Dalam komunikasi, idiom adalah bagian dari ekspresi bahasa yang tidak dapat dipisahkan. Pemaknaan idiom yang berkaitan dengan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat penuturnya, menjadikan para pembelajar bahasa asing harus memahami perluasan makna idiom tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan makna leksikal dan makna figuratif pada idiom Jepang yang menggunakan bagian hati tubuh serta untuk mengetahui perubahan makna pada idiom dengan unsur kokoro (心) ‘hati.’ Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori semantik perluasan makna. Data yang digunakan bersifat jitsurei dan sakurei. Kesimpulan dari analisis semantik idiom Jepang yang menggunakan unsur kokoro yaitu terdapat keterkaitan antara makna leksikal idiom bahasa Jepang yang menggunakan nama bagian tubuh, yaitu hati dengan makna kiasannya. Makna leksikal dalam idiom menjadi dasar pemikiran dari tiap makna idiomatikal yang dibentuk, terjadi perubahan makna bagian tubuh yang digunakan dalam pembentukan idiom bahasa Jepang, kemudian situasi dan keadaan yang diungkapkan idiom bahasa Jepang yang menggunakan leksem kokoro (hati) antara lain adalah perasaan bahagia, senang, tidak suka, khawatir dan takut.References
Akira, H. (2014). Poketto Ham Kanyouku/Kouji Kotowaza Jiten. Japan: SeibidÅshuppan.
Badudu, J. S., & Zain, S. M. (1994). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar harapan.
Gapur, A., Baiquni, R., & Pujiono, M. (2018). Tunda-Tunda Bamban Dalam Kebudayaan Masyarakat Melayu Tamiang di Aceh (Analisis Wacana Teks, Koteks, dan Konteks). ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia, 3(2), 141–159. https://doi.org/10.31947/etnosia.v3i2.3617
Ita, F. (2014). Semantic Analysis on Japanese Idiom Which Lexem Hand. Izumi, 3(2), 38. https://doi.org/10.14710/izumi.3.2.38-45
Kridalaksana, H. (2009). Kamus Linguistik (4th ed.). Jakarta: PT. Gramedia.
Miyaji, Y. [宮路 裕]. (1984). Kanyooku no Imi to Yohoo [慣用 å¥ã®æ„味ã¨ç”¨æ³•] [Arti dan CaraPenggunaan Idiom]. Tokyo [æ±äº¬]: Meijishoin [明示書院]. Izumi, 3(2), 38. https://doi.org/10.14710/izumi.3.2.38-45
Kridalaksana, H. (2009). Kamus Linguistik (4th ed.). Jakarta: PT. Gramedia.
Miyaji, Y. [宮路 裕]. (1984). Kanyooku no Imi to Yohoo [慣用 å¥ã®æ„味ã¨ç”¨æ³•] [Arti dan CaraPenggunaan Idiom]. Tokyo [æ±äº¬]: Meijishoin [明示書院].
Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Cetakan 6. Bogor: Penerbit Ghalia.
Purboyo, T. J. (2017). Makna Idiom dalam Bahasa Jepang yang Terbentuk dari Kata Kuchi pada Buku Idiom Bahasa Jepang Karya Garrison dan Kanyouku Jiten. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Rachmawati, D. (2019). Metafora Tangan dalam Idiom Bahasa Jepang Berdasarkan Teori Metafora Konseptual. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 15(1), 31–47. Retrieved from http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/lite/article/view/2393/1498
Rahmah, Y. (2014). Ungkapan Rasa Terkejut Dalam Ragam Kanyouku. Izumi, 3(2), 52–60. https://doi.org/10.14710/izumi.3.2.52-60
Saifudin, A. (2018). Konseptualisasi Citra Hara ‘Perut’ dalam Idiom Bahasa Jepang. Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture, 1(1), 65–78. https://doi.org/10.33633/jr.v1i1.2130
Shinmura, I. (1985). Kojien [広辞苑] [Kamus Umum]. Tokyo [æ±äº¬]: Hitsujishoboo
Suzuki, T. (1990). Nihongo no Goi to Hyoogen [Kosakata dan Ungkapan Bahasa Jepang]. Tokyo. Taishuukanshoten.
Sutedi, D. (2011). Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humanior
Widiyani, A. (2016). Makna Kanyouku yang Berkaitan Dengan Bagian Tubuh Hana (Hidung), Kuchi (Mulut), Mimi (Telinga), Me (Mata), Dan Shita (Lidah). Jurnal SORA, 1(1), 25–38. Retrieved from http://jurnalsora.stba.ac.id/index.php/jurnal_sora/article/view/5/5
Yogyanti, D. W. (2018). Idiom ‘Saru’ Sebagai Refleksi Konsep Pemikiran Masyarakat Jepang Terhadap Monyet. Izumi, 7(2), 61. https://doi.org/10.14710/izumi.7.2.61-72
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







