Mite “Massudilalong Sola Lebonna†dalam Tradisi Lisan Toraja
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.261Keywords:
Mite. Sastra Lisan, kesetiaan, dan Kearifan Lokal.Abstract
AbstractThis paper aims to examine the relevance of Massudilalong Sola Lebonna myth and the life of Torajan community. Massudilalong Sola Lebonna is one of Torajan oral literature forms which is still believed to this day by Torajan community. It serves as an adhesive tool for interpersonal relations and sources of laws and regulations that could open hearts and minds of the people and encourage them to be honest, polite and knowledgeable on manners and custom in their social life. In this study, a structural approach is used. The method and technique used in this study are descriptive namely to expose just what it is. Data were collected by means of note taking techniques, interviews, recording and literature study. The result of the research shows that the myth of Massudilalong Sola Lebonna is highly relevant to the life Torajan community. It is reflected from local wisdoms contained in the myth of Massudilalong Sola Lebonna that becomes basic foundation of interpersonal relationship in Torajan community. The local wisdoms are high self-esteem, firmness, resilience, strong belief and obedience to principles. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengkaji relevansi mitos dalam Massudilalong Sola Lebonna dengan kehidupan masyarakat Toraja. Massudilalong Sola Lebonna ialah salah satu bentuk sastra lisan Toraja yang hingga kini sebagian besar masih dihayati dan dipercaya oleh masyarakat Toraja. Sastra lisan ini berfungsi sebagai alat perekat hubungan antarindividu dan sumber hukum dan peraturan yang mampu mengetuk hati dan pikiran, serta mengajarkan orang untuk berlaku jujur, berperilaku sopan santun, tahu adat istiadat, dan tata krama dalam hidup bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini ialah pendekatan struktural. Metode dan teknik yang digunakan dalam kajian ini ialah metode deskriptif, yaitu memaparkan sebagaimana adanya. Pengumpulan data menggunakan teknik pencatatan, wawancara, perekaman, dan studi pustaka. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa mite Massudilalong Sola Lebonna mengandung relevansi yang kuat dengan kehidupan masyarakat Toraja. Hal itu terlihat dari kearifan lokal yang termuat dalam mite Massudilalong Sola Lebonna dijadikan sebagai landasan pokok dalam menjalin hubungan antarsesama masyarakat Toraja. Kearifan lokal tersebut ialah kejujuran, keteguhan, tegas, tangguh, setia pada keyakinan, kuat menjaga harga diri, dan taat asas.References
Danandjaja, James. (1986). Folklor Indonesia Ilmu Gosip dan Dongeng. Jakarta: Graffiti Press.
Efendi, Chairil. (1995). Citra Wanita dalam Sastra Nusantara Kalimantan Barat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
https://id.wikipedia.org/wiki/Mite dia-kses 16 Februari 2020.
Jemmain. (2016). Werekkada salah satu pencerminan kearifan local Masyarkat Bugis. Dalam Bunga Rampai. Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra. Monor: 32, Juni 2016. ISSN 1412-3517 Makassar. Balai Bahasa Sulwesi Selatan, Badan Pngembangan dan Pembinaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Marihandono, D. (2015). Memanfaatkan Karya Sastra Sebagai Sumber Sejarah. In Stella Rose (Ed.), Prosiding Sastra dan Solida-ritas Bangsa (pp. 81-91). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.
Pradopo, R. D. (2003). Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rasyid, Abd.( 2016). Aspek Humanisme dalam Cerita Datu Museng dan Maipa Deapat (Dalam Bunga Rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Nomor 3, Juni 2016 ISSN 1412-3517).
Ratna, Nyoman Kutha. (2006). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme Pers-pektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sikki, Muhammad, dkk. (1986). Struktur Sastra Lisan Toraja. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengem-bangan Bahasa.
Subroto, Edi. (2007). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Lembaga Pengemba-ngan Pendidikan (LPP) dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press).
Teeuw, A. (1991). Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
Wellek, R., & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan. Diindonesiakan oleh Melani Budianta dari Buku Theory of Literature. Jakarta: Gramedia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







