Kesantunan Berbahasa Tuturan Suami Istri Keluarga Banjar: Tinjauan Sosiopragmatik

Authors

  • NFN Jahdiah Balai Bahasa Kalimantan Selatan

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v10i2.6

Abstract

Language politeness does not only occur in the society, but it also occurs in a close society that is family. Family is the smallest society. It is formed because of blood relationship and marriage like husband and wife. This study aims to describe politeness language between husband and wife in Banjar family. The method used in this study is descriptive method. To get qualitative descriptive, this study applies three steps, they are: providing the data, analysing the data, and presenting the result. The result shows that there are collision toward the principal politeness language of husband and wife utterance in Banjar family, collision toward 1) agreement maxim, 2) sympathy maxim, 3) approbation maxim, and 4) tact maxim. There are also politeness principal applies in husband and wife utterance, the application of 1) approbation maxim, 2) agreement maxim, 3) generosity maxim, and 4) sympathy maxim.

References

Cahyaningrum, F., Andayani, A., & Setiawan, B. (2018). Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(1), 45—54. Retrieved from http://ejurnalbalaibahasa.id/index.php/madah/article/view/682/452

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Revisi). Jakarta:

Rieka Cipta.

Dewi, Rosinawati, dkk. (2019). Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Biligual. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 10(1), 19—36. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i1.823

Fauzi, M. S. (2011). Pragmatik dan Ilmu Al-Ma’aniy: Persinggungan Otologik dan Epistemologik. Malang: UIN-Maliki Press. Retrieved from http://repository.uin-malang.ac.id/1247/

Finoza, L. (2012). Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Insan Mulia.

Hestiyana, H. (2018). Kesantunan Tindak Direktif pada Tuturan Anak dan Orang Tua di Desa Ngumbul Kabupaten Pacitan. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(1), 101—115. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i1.713

Leech. (2012). Principles of Pragmatics. New York: Longman.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Muhsyanur. (2016). Kesantunan Berbahasa Anak Jalanan di Komunitas Ana’Tugu Kelurahan Doping. Multilingual, XV(1), 31—50. Retrieved from multilingual.kemdikbud.go.id/index.php/MULTILINGUAL/article/viewFile/30/2 3

Nurjamily, W. O. (2015). Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Lingkungan Keluarga (Kajian Sosiopragmatik). Jurnal Humanika, 3(15), 1—18. Retrieved from http://ojs.uho.ac.id/index.php/HUMANIKA/article/view/608

Rahardi, K., Setyaningsih, Y., & Purnama, R. (2015). Pragmatik: Fenomena

Ketidaksantunan Berbahasa. Yogyakarta: Erlangga.

Sudaryanto, S. (2015). Matahari yang Terlupakan: Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia di Sekolah. Jurnal Pembangunan

Pendidikan Fondasi Dan Aplikasi, 4(2), 166–171. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/jppfa.v4i2.12422

Sulistyo, E. T. (2013). Pragmatik: Suatu Kajian Awal. Surakarta: UNS Press.

Yayuk, R. (2016). Tindak Tutur Kekerasan Saat Sarik dalam Bahasa Banjar. Undas, 12(2), 1—10. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/und.v12i2.554.g293

Zamzani. (2007). Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Cipta Pustaka.

Downloads

Published

2019-10-17

How to Cite

Jahdiah, N. (2019). Kesantunan Berbahasa Tuturan Suami Istri Keluarga Banjar: Tinjauan Sosiopragmatik. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 10(2), 161–170. https://doi.org/10.31503/madah.v10i2.6