Kompleksitas Narasi: Permainan antara Fakta dan Fiksi melalui Identitas Pengarang dalam Novel Dawuk Karya Mahfud Ikhwan: Kajian Naratologi
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v15i2.789Keywords:
Naratologi, Fokalisasi, Modus, IdentitasAbstract
Kedudukan narator dalam sebuah karya sastra sangat krusial untuk melihat secara keseluruhan gagasan dalam cerita. Sebuah karya sastra yang bermain-main dengan kedudukan narator akan menarik untuk dikaji. Salah satu novel yang berhasil mencuri perhatian khazanah sastra Indonesia adalah Dawuk Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan yang juga menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Novel ini menggunakan identitas narator yang seolah mencerminkan identitas pengarangnya. Fenomena mengenai kedudukan narator tersebut akan dikaji melalui pendekatan naratologi, khususnya fokalisasi yang dikemukakan oleh Gerard Genette dan dengan dukungan teori identitas yang dikemukakan oleh Bamberg. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan dengan topik penelitian. Sebagai hasil dari penelitian ini bahwa novel Dawuk menggunakan multiple focalization yang sekaligus tokoh dalam rangkaian peristiwa. Lebih lanjut, kompleksitas narator dalam novel ini membuat samarnya antara yang fakta dan yang fiksi. ÂReferences
Aji, M. S., Rakhmawati, A., & Ulya, C. (2019). Kearifan Lokal dalam Novel Dawuk Karya Mahfud Ikhwan Serta Relevansinya Dalam Pembelajaran Sastra di SMA. BASASTRA Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(2), 88–100.
Bamberg, M. (2012). Identity and Narration. In The Living Handbook of Narratology. Hamburg University. http://www.lhn.uni-hamburg.de
Chatman, S. B. (1980). Story and Discourse Narrative Structure in Fiction and Film. Cornell University Press.
Didipu, H. (2019). TEORI NARATOLOGI GÉRARD GENETTE (TINJAUAN KONSEPTUAL). Telaga Bahasa, 7(2), 163–172.
Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.
Genette, G. (1980). Narrative Discourse: An Essay in Method (J. E. Lewin, Trans.). Cornell University Press. www.cornellpress.cornell.edu.
Ikhwan, M. (2017). Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu. Marjin Kiri.
Niederhoff, B. (2011). Perspective-Point of View 1 Definition 2 Explication. In The Living Handbook of Narratology. Hamburg University. http://www.lhn.uni-hamburg.de
Nurafia, R. (2019). Mitos dalam Novel Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu Karya Mahfud Ikhwan Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa.
Pribadi, R., & Iriyansah, M. R. (2020). Fokalisasi dalam Novel Semua Ikan Di Langit Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Suatu Kajian Naratologi). DEIKSIS, 12(01), 56. https://doi.org/10.30998/deiksis.v12i01.4215
Saputro, M. T., & Haryanti, N. D. (2021). Wacana Konflik Kelas dalam Novel Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu Karya Mahfud Ikhwan. Telaga Bahasa, 9(1).
Sayuti, S. A. (2017). Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Cantrik Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Dinnatul Lailiyah, Eka Sulistia Cahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







