Penggunaan Variasi Kata Anjir dalam Kolom Komentar TikTok @Iniganta: Sebuah Kajian Budaya
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v15i2.799Keywords:
Kata anjir, Tiktok, Anak muda, Budaya digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata anjir dalam kolom komentar pada postingan TikTok @iniganta, serta menganalisis makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir di media sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kata anjir mencerminkan adaptabilitas dan kreativitas warganet dalam mengekspresikan diri dan berinteraksi di dunia digital. Dalam konteks makna budaya, penggunaan variasi kata anjir mendasari identitas sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan sosial, menjadi simbol keakraban di antara anak muda. Implikasi sosialnya signifikan dalam pembentukan identitas kelompok dan solidaritas di media sosial, memperkuat rasa memiliki di antara anggota komunitas dan merespons pergeseran budaya di kalangan anak muda.References
Azhari, A. N., & Inayatilah, F. (2022). Bahasa Slang Fans K-Pop Pada Akun TikTok @Official_Nct. Bapala, 9, 117–129.
Azizah, A. R. (2019). Volume 5 nomor 2, september 2019 33. Jurnal SKRIPTA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 33–39.
Goziyah, & Yusuf, M. (2022). Bahasa Gaul (Prokem) Generasi Milenial dalam Media Sosial. Pengmasku, 2(1), 57–65. https://doi.org/10.54957/pengmasku.v2i1.190
Irawan S, Sudika N. I, & Hidayat R. (2020). Karakteristik Bahasa Gaul Remaja sebagai Kreativitas Berbahasa Indonesia pada Komentar Status Inside Lombok di Instagram. Jurnal Bastrindo, 2, 201–213.
Ivana Grace Sofia Radja, & Leo Riski Sunjaya. (2024). Representasi Budaya Jember dalam Jember Fashion Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart Hall. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 13–20. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i3.160
Khotimah, N. (2023). Profil Ganta, TikToker Viral karena Gaya Nyanyi Lebay. In Matamata.Com.
Purwaningsih, D. A., & Sabardila, A. (2022). Penggunaan Bahasa Slang dalam Kolom Komentar Akun Instagram @kakaopageindo. BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 7(1), 63. https://doi.org/10.17977/um007v7i12023p63-82
Putri, Y. S., Basuki, R., & Djunaidi, B. (2021). Bahasa Gaul Dalam Media Sosial TikTok. Jurnal Ilmiah KORPUS, 5(3), 315–327. https://doi.org/10.33369/jik.v5i3.17159
Sholichah, I. M., Putri, D. M., & Setiaji, A. F. (2023). Representasi Budaya Banyuwangi dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart Hall. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 3(2), 32–42.
Viklous, B. E. (2022). Perubahan Bahasa dan Makna Kata “Anjir†di Social Media: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Multidisiplin West Science, 01(02), 213–225. https://wnj.westscience-press.com/index.php/jmws/article/view/53%0Ahttps://wnj.westscience-press.com/index.php/jmws/article/download/53/49
Zahra Tasyarasita, A., Duhita, M. E., Yulianti, W., & Yustanto, H. (2023). Ragam Bahasa Slang oleh Remaja Gen Z Pada Media Sosial TikTok (Kajian Sosiolinguistik). Translation and Linguistics (Transling), 3(2), 98–109. https://jurnal.uns.ac.id/transling
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ester Juwinda Lase, Rianna Wati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







