NILAI BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SUMATERA UTARA: SUATU KAJIAN MODEL SKEMA AKTAN DAN SKEMA FUNGSI GREIMAS
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v4i2.88Keywords:
cultural values, North Sumatra, folkloreAbstract
This study aims to obtain an objective description of cultural values. Folklore as one of the oral literature of hereditary and contain a mandate to educate the next generation of folklore is an imaginary and fantasy stories that happened did not really happen. The events are recounted in folklore as lessons tend behavior. Folklore always tuck advice and moral element to the listener. Folklore is told primarily for entertainment, illustrate moral truths, and contains valuable lessons, or even satire against injustice. Theory is used as the basis for the development of the instrument is the theory of oral literature and fairy tale Aarne and Stith Thompson, James Danandjaja, and theories about cultural values Kluckhohn. In addition, the structural theory is also used to look at the structure of folklore. The data of this study is the folklore of North Sumatra which consists of four folklore. The approach used in this study is a qualitative approach and a sociological approach, with descriptive methods, and techniques of content analysis. The results showed that there were twelve cultural values in the folklore of North Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi secara objektif tentang nilai budaya. Cerita rakyat sebagai salah satu sastra lisan yang turun-temurun dan mengandung amanat yang mendidik untuk generasi berikutnya cerita rakyat merupakan suatu cerita khayal dan fantasi yang kejadiannya tidak benar-benar terjadi. Kejadian-kejadian yang diceritakan dalam cerita rakyat cenderung sebagai pelajaran tingkah laku. Cerita rakyat selalu menyelipkan unsur nasihat dan moral bagi pendengarnya. Cerita rakyat diceritakan terutama untuk hiburan, melukiskan kebenaran moral, dan berisikan pelajaran berharga, atau bahkan sindiran terhadap ketidakadilan. Teori yang digunakan sebagai dasar pengembangan instrumen adalah teori sastra lisan dan dongeng Aarne dan Stith Thomson, James Danandjaja, dan teori tentang nilai budaya Kluckhohn. Di samping itu teori struktural juga dipakai untuk melihat struktur cerita rakyat. Data penelitian ini adalah cerita rakyat Sumatera Utara yang terdiri atas empat cerita rakyat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan sosiologis, dengan metode deskriptif, dan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas nilai budaya dalam cerita rakyat Sumatera Utara.References
Aminuddin. 1984. Pengantar Apresiasi Sastra. Jakarta: CV. Sinar Baru.
Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Derrida, Jacques. 1992. Acts of Literature, terj. Derek Attridge. London: Routledge.
Djamaris, Edwar (Ed.). 1994. Sastra Daerah di Sumatera: Analisis Tema, Amanat, dan Nilai Budaya. Jakarta: Balai Pustaka.
Esten, Mursal. 1987. Sastra Indonesia dan Tradisi Subkultur. Bandung: Angkasa.
Ginarsa, I Ketut. 1985. Struktur Novel dan Cerpen Sastra Bali Modern. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Klarer, Mario. 1998. An Introduction to Literary Studies. Routledge: London
Kurniawan, Heru. 2009. Sastra Anak : dalam Kajian Strukturalisme, Sosiologi, Semiotika hingga Penulisan Kreatif. Jakarta: Graha Ilmu
Kusdiratin, Soedardi, dkk. 1985. Memahami Novel Atheis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Mulyana, Deddy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Perrine, Laurence. 1987. Literature, Structure, Sound, and Sense. London: Harcourt Brace Jovanovich
Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Stanton, Robert. 2007. Teori Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Zaimar, Okke K.S. 2008. Semiotik dan Penerapannya dalam Karya Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







