Analisis Leksikal dan Semantik dalam Mantra Brebesan serta Implikasi Bagi Pengembangan Kamus Bermuatan Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v17i1.1234Kata Kunci:
mantra Brebesan, analisis leksikal, analisis semantik, kamus lokal, kearifan budayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen leksikal (kosakata) dan semantik (makna) yang terdapat dalam teks mantra Brebesan, serta mendorong penerapannya dalam pengembangan kamus yang berlandaskan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap mantra mencakup dialek yang unik, pengulangan ritmis, onomatope lokal, serta penggabungan unsur-unsur keagamaan dan kepercayaan tradisional. Dari perspektif semantik, ditemukan makna yang berlapis, meliputi fungsi literal, simbolis, dan ilokusi yang mencerminkan kehidupan batin komunitas penuturnya. Temuan ini menyoroti pentingnya penyusunan kamus tematik yang tidak hanya mencakup lema dan makna, tetapi juga konteks budaya, fungsi sosial, dan nilai-nilai spiritual yang mendasari penggunaan kata-kata tersebut.Referensi
Abrar, M. (2024). Teknik pengumpulan data penelitian kualitatif: Suatu pengantar. https://repository.unja.ac.id/78244/
Ayasy, Y. (2022). Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Lagu Album Mantra-Mantra Karya Kunto Aji Wibisono. Jurnal Skripsi Mahasiswa.
Aziz, M. R., & Devi, W. S. (2024). Membangun Pilar Bahasa: Metode Efektif Memperluas Kosakata Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. SEMNASFIP.
Casim & Risa Miladiyati. (2022). Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Merdeka Belajar. Langgam Pustaka: Tasikmalaya.
Casim, C. (2024). PROBLEMATIKA MENULIS PUISI BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI PADA MAHASISWA PATANI THAILAND SELATAN DI SEKRETARIAT IMPI PURWOKERTO. Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajaran, 6(1).
Casim, C. (2025). Proses Pewarisan, Konteks Ideologi dan Nilai Moral pada Cerita Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya: Suatu Kajian Antropolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 218-230.
Casim, C., Rizal, GA, Sefty, SF, & Syaadah, R. (2025). Kajian Antropolinguistik Tradisi Ritual Benta-Benti di Dusun Kalijambe Desa Cinanas Bantarkawung Brebes. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5 (3), 2112-2125.
Febriyanto, D., Ramadhani, A. R., Sari, N. R., Rukiyah, S., & Fitriani, Y. (2025). Analisis Struktur, Makna, dan Fungsi Mantra Pengasihan Jolo Sutro. Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 7(1), 1-7.
Firdaus, A., Rahmawati, S., & Lestari, D. (2020). Kajian leksikon dalam perspektif etnolinguistik pada masyarakat tradisional. Jurnal Bahasa dan Budaya, 12(2), 145–156.
Fitri, A. S. (2026). -Bentuk, Makna, dan Fungsi Mantra Upacara Adat Ngayun dalam Masyarakat Sunda Desa Gandoang, Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmiah FONEMA, 9(1), 823-842.
Hayati, A. N., & Jadidah, N. N. J. N. (2022). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam novel Dua Barista karya Najhaty Sharma (Kajian Semantik). Jurnal PENEROKA, 2(1), 17-31.
Himam, M. K., & Anam, S. (2026). TEKNIK PEMILIHAN INFORMAN DALAM PENELITIAN KUALITATIF: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 1688-1696.
Indrawati, I., Muyasaroh, S., & Ahwan, Z. (2022). Analisis Makna Simbolik Larung Tumpeng Pada Upacara Distrikan di Danau Ranu Desa Ranuklindungan Pasuruan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(2), 307-315.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2023). Implikasi. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://kbbi.kemdikbud.go.id
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33-39.
Marlina, D., Usman, F., & Syafyahya, L. (2023). FUNGSI BAHASA MANTRA PADA TRADISI PACU JALUR DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK. Puitika, 19(2), 140-157.
Pasinggi, E., & Pongdatu, G. A. N. (2024). KAMUS BAHASA DAERAH TORAJA–INDONESIA BERBASIS WEB. AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 2(2), 71-76.
Rasmanah, M., Nahdah, F., Alizah, P. N., & Wahyuni, A. S. (2025). Analisis Doa Sebagai Metode Afirmasi Positif Untuk Menumbuhkan Harapan Pada Penderita Gangguan Kecemasan. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(6), 10066-10073.
Ray, S. (2019). Semantic analysis in traditional oral texts: Meaning and context. International Journal of Linguistics, 11(3), 89–102.
Sari, D. P. (2017). Kajian semiotik mantra Ruwat Murwakala dalam masyarakat Jawa. Jurnal Humaniora, 29(2), 210–220.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tirsa, T. A. N. H., Kadir, A., Ebe, A., Kasmawati, K., & Sir, P. (2025). Analisis Makna dalam Mantra Bugis Masyarakat Kabupaten Soppeng (Kajian Semiotika Roland Barthes). AIJER: Algazali International Journal Of Educational Research, 8(1), 65-73.
Ulhaq, F. D., Salsabiila, F. Y., Pitriyanti, P., Rahmawati, P. A. E., & Nugroho, M. (2024). LEKSIKON RAGAM HIAS BANGUNAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA: KAJIAN ETNOLINGUISTIK. Metahumaniora, 14(3), 202-211.
Wahidah, N. (2022). Pendekatan etnolinguistik dalam kajian sastra lisan Nusantara. Jurnal Sastra dan Budaya, 10(1), 33–45.
Wahidah, N. A. E. (2022). ASPEK LINGUAL MANTRA NYAPIH PADA TRADISI MENYAPIH BAYI: Kajian Etnolinguistik pada Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 95-104.
Wardiah, D., Wahidy, A., & Kurniawan, A. (2023). PENGGUNAAN MANTRA DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL AKIBAT BISA GIGITAN ULAR DI DESA SRIKATON (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK). Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 6(2), 121-134.
Yahya, A. M. (2025). MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI BUDAYA DALAM MANTRA PENGOBATAN BUGIS. Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(1), 1-5.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Casim Casim

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







