ISOLEK-ISOLEK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH: KAJIAN DIALEKTOLOGI

Penulis

  • Muhammad Toha Balai Bahasa Provinsi Aceh

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v4i1.151

Kata Kunci:

Tamiang Malay, syncronic dialectological analysis, linguistic features

Abstrak

This article is a research report about dialect of Tamiang Malay (BMT) in Kabupaten Aceh Tamiang of Aceh Province which employs synchronic dialectological analysis. This article aims at describing linguistic features of  BMT and to counts the percentage of variations of interisolects. For that purpose, dialectometry method by permutation technic is applied. The data collecting by recording and note-taking techniques. The analysis of data is executed by qualitative anda quantitative methods. The result of this analysis shows that BMT consist of 9 single vowels i.e [i, I, e, |, E , a, O , u, and U], 2 diftongs [aw, and Uy].. and 19 consonants i.e [b, c, d, h , g,  j, k, l, m , n, p, R, s, t, y, w, G ,  n~ , and ? ].Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang dialek Melayu Tamiang (BMT) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang menerapkan analisis dialektologi sinkronis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menjelaskan ciri-ciri linguistik BMT dan menghitung persentase variasi antarisolek-isoleknya menggunakan metode dialektometri dengan teknik permutasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekaman dan pencatatan. Analisis data dilakukan menerapkan metod-metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa BMT memiliki 9 bunyi vokal, yaitu [i, I, e, |, E, a, O, u, and U], 2 diftong, yaitu [aw dan Uy].. dan 19 konsonan, yaitu [b, c, d, h , g,  j, k, l, m , n, p, R, s, t, y, w, G,  n~, dan ?].  

Referensi

Adelaar, K. Alexander. 1992. Proto Malayic: The Reconstruction of Its Phonology and Parts of Its Lexicon and Morphology. Department of Linguistics Research School of Pacific Studies The Australian National University.

Akbar, M. Osra dkk. 1985. Pemetaan Bahasa Aceh,Gayo, dan Alas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ayatrohaedi. 1983. Dialektologi: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tamiang. 2011. Aceh Tamiang dalam Angka 2011.

Danie, J.Akun. 1991. Kajian Geografi Dialek di Minahasa Timur Laut. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chambers, J.K and Trudgill, Peter. Dialectology. 2012. Cambridge: Cambridge University Press.

Durie, Mark. 1985. A Grammar of Acehnese on the Basis of a Dialect of North Aceh. Foris Publication.

Keraf, Gorys. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Penerbit Gramedia.

Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Penerbit Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Edisi keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lumban Batu, Tri Julianti. 1998. JenisJenis Kalimat Dalam Bahasa Melayu Tamiang di Kecamatan Karang Baru. Medan: Universitas Sumatera Utara Fakultas Sastra Jurusan Sasatra Daerah Program Studi Bahasa dan Sastra Melayu.

Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada Universiti Press.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mahsun. 2006. Panduan Analisis Data Pemetaan dan Hubungan Kekerabatan Bahasa-Bahasa di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Mahsun. 2010 Genolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mukhamdanah, dkk. 2002. Variasi Dialek Bahasa Melayu Asahan: Kajian Sinkronis dan Diakronis. Medan: Balai Bahasa Medan Departemen Pendidikan Nasional.

Nababan, PWJ. 1993. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nadra dan Reniwati. 2009. Dialektologi Teori dan Metode. Yogyakarta: Elmatera Publishing.

Riswara, Yanti. 2011 Rekonstruksi Protofonem dan Inovasi Fonologis Bahasa Melayu Riau. Padang: Program Pasca Sarjana Universitas Andalas.

Sembiring, Matius C.A. 2009. Variasi Dialek Bahasa Karo di Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Langkat. Medan: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Sudaryanto. 1998. Metode Linguistik Bagian Kedua: Metode dan Aneka Teknik Mengumpulkan Data. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tim Pemetaan Bahasa. 2007. Laporan Hasil Penelitian Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Manado : Departemen Pendidikan Nasional Balai Bahasa Sulawesi Utara.

Toha, Muhammad, dkk. 2007. Hubungan Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa di Provinsi Nanggore Aceh Darussalam. Banda Aceh: Departemen Pendidikan Nasional Balai Bahasa Banda Aceh.

Toha, Muhammad. 2009. Geografi Subdialek Bahasa Alas di Provinsi Nanggore Aceh Darussalam. Banda Aceh: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Bahasa. Balai Bahasa Banda Aceh.

Toha, Muhammad. 2010. Pengelompokan Variasi Bahasa di Pulau Simeulue (Analisis Geografi Dialek). Banda Aceh: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Bahasa. Balai Bahasa Banda Aceh.

Trask, R.L. 2008. The Dictionary of Historical and Comprative Linguistics. Edinburgh University Press. 2008

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

Mahsun, M.S. Pemetaan Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia. Disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta, 28 Oktober -1 November 2008. Aneuk Atjeh. 2008. Sejarah Daerah Te Miyang. Edisi 05. SeptemberOktober.

Lauder, Multamia. 2002. Reevaluasi Konsep Pemilah Bahasa dan Dialek untuk Bahasa Nusantara. Makara Sosial Humaniora. Vol. 6.No.1, Juni 2002

Wahya. Mengenal Sekilas Dialektologi: Kajian Interdisipliner Tentang Variasi dan Perubahan Bahasa. Lingua.Vol. 9 No. 1, Maret 47-68

Nur, Abdul Jawat dan Inyo Yos Fernandez. 2005. Bahasa Jawa di Wilayah Kabupaten Brebes: Kajian Geografi Dialek. Yogyakarta: Program Studi Linguistik. Program Pasca Sarjana.

Acehpedia. _____ Kabupaten Aceh Tamiang. (Acehpedia.org, diakses tanggal 15 Januari 2012)

Wikipedia. ____ Bahasa Tamiang. (wikipedia.org, diunduh tanggal 24 September 2011).

Kabupatenacehtamiang. 2010. Kabupaten Aceh Tamiang. (Blogspot.com, diunduh tanggal 15 Januari 2012).

Melayuonline. 2012. Adat Perkawinan Orang Melayu Tamiang. (melayuonline.com/ article/read, diunduh tanggal 11 April 2012).

Melayuonline. 2012. Etika Pergaulan Sosial Masyarakat Melayu Tamiang, Nangro Aceh Darussalam. (melayuonline. com/ind/culture, diunduh tanggal 11 April 2012).

Yasir. 2011. Kerajaan Benua Tamiang. (yasirmaster.blogspot. com, diunduh tanggal 15 Januari 2012).

##submission.downloads##

Diterbitkan

2013-04-21

Cara Mengutip

Toha, M. (2013). ISOLEK-ISOLEK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH: KAJIAN DIALEKTOLOGI. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(1), 58–69. https://doi.org/10.31503/madah.v4i1.151

Terbitan

Bagian

Articles