Nilai-Nilai Moral dalam Naskah “Kitab Pengajaranâ€
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.228Kata Kunci:
Kitab Pengajaran, moral teachings, superior HRAbstrak
AbstractThe purpose of this research is to reveal the existing moral values in the Kitab Pengajaran. The data source of this descriptive qualitative research is the manuscript of Kitab Pengajaran stored in the British Library, England whose inventory code number is MSS Malay B metadata 13. The result of the study shows that there are some moral teachings in this text, namely: thinking before speaking, covering the disgrace of others, being disciplined and on time, and being able to control anger and lust. These teachings rightly need to be preserved, disseminated, and implemented in social life today and in the future. Thus, the expectation of producing superior human resources among the Indonesian people whose characters are strong and intelligent will be immediately met. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai moral yang ada dalam Kitab Pengajaran. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitaif dengan menggunakan sumber data berupa naskah Kitab Pengajaranyang tersimpan di Perpustakaan British, Inggris, dengan nomor kode inventarisasi metadata MSS Malay B13. Berdasarkan hasil kajian, dapat diketahui bahwa tterdapat beberapa ajaran moral dalam naskah ini, yaitu: ajaran untuk berpikir sebelum berucap, ajaran menutupi aib orang lain, ajaran disiplin dan tepat waktu, serta mampu mengendalikan amarah dan hawa nafsu. Ajaran-ajaran tersebut sudah sepatutnya perlu dilestarikan, disosialisasikan, dan diimplementasikan lagi dalam kehidupan bermasyarakat, baik di masa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang. Dengan demikian, harapan bangsa Indonesia agar segera menghadirkan sumber daya manusia unggul yang memiliki karakter kuat dan cerdas dapat menjadi sebuah kenyataan.ÂReferensi
Agustian, A. G. (2003). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual: ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga Wijaya Persada.
Al-Nawawi, A.-I. M. Y. bin S. (2016). Al-Adzkar An-Nawawiyah. Mekkah: Darul Kutub Al-Islamiyah.
Anonim. (1794). Kitab Pengajaran. Retrieved from http://www.bl.uk/manuscripts/FullDisplay.aspx?ref=MSS_Malay_B_13&index=12
Asep Yudha Wirajaya, dkk. (2016). Menelusuri Manuskrip di Tanah Jawa. Surakarta: Garengpung Publisher.
Baried, Siti Baroroh, dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: BPPF Seksi Filologi, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada.
Covey, S. R. (2004). 7 Habits of Highly Effective People. USA: Free Press.
Djamaris, E. (2002). Metode Penelitian Filologi. Jakarta: CV Manasco.
Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan Metode. Jakarta: UIN Press.
Goleman, D. (2000). Kecerdasan Emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ikram, A. (2019). Pengantar Penelitian. Jakarta: Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA).
Karnesyia, A. (2019, October 20). Bunuh Diri karena Di-bully, Siswi SMA di Riau Dikenal Pintar. Retrieved from https://news.detik.com/berita/d-3581404/bunuh-diri-karena-di-bully-siswi-sma-di-riau-dikenal-pintar
Kristian, D. (2014, February 28). Pelayanan Buruk Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) - Kompasiana.com. Retrieved from https://www.kompasiana.com/sangpetani/54f841e4a33311ce5d8b4923/pelayanan-buruk-perpustakaan-nasional-republik-indonesia-pnri
Mamat, W. A. H. W. (1988). Pemuliharaan Buku dan Manuskrip. Kuala Lumpur: Dean Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.
Menjaga Lisan di Era Media Sosial. (n.d.). Retrieved November 27, 2019, from https://muslim.or.id/47511-menjaga-lisan-di-era-media-sosial.html
Rachman, M. F. (2007). Shalat for Character Building: Buat Apa Shalat Kalau Akhlak Tidak Menjadi Lebih Baik. Bandung: Mizan Media Utama.
Rais, W. A. (2017). Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Budaya jawa: Studi Kasus Masyarakat Nelayan di Pesisir Selatan Kebumen Jawa Tengan (Studi Etnolinguistik). Surakarta: UNS Press.
Ras, J. J. (2014). Masyarakat dan Kesusastraan di Jawa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Rujiati-Mulyadi, S. W. (1994). Kodikologi Melayu Di Indonesia. Depok: Universitas Indonesia.
Soemantri, E. H. (1986). Identifikasi Naskah. Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.
Sutopo, H. (2002). Pengantar Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.
Syam, A. (2019, May 15). Diganggu Saat Main Game, Suami Aniaya Istri hingga Tewas. Retrieved from http://news.rakyatku.com/read/151364/2019/05/15/diganggu-saat-main-game-suami-aniaya-istri-hingga-tewas
Tanjung, C. A. (2017, August). Siswa Penerima Sepeda Jokowi Bunuh Diri, Dibully karena Ayah Bunuh Ibu. Retrieved from https://www.haibunda.com/parenting/20191020164151-62-62860/siswa-penerima-sepeda-jokowi-bunuh-diri-dibully-karena-ayah-bunuh-ibu
Wirajaya, A. Y. (2013). Welfare State sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat: Sebuah Kearifan Lokal dalam “Syair Nasihat.†Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 4 No. 1.
Wirajaya, A. Y. (2015). Tekstologi: Sebuah Pengantar. Surakarta: Awan Pustaka.
Wirajaya, A. Y. (2018). Palembang’s Transformation into a Multicultural City: A Reflection on the Text of the Simbur Cahaya Law and Tuhfah ar-Raghibin. Shahih, 3(1), 33–45. https://doi.org/10.22515/shahih.v3i1.1291
Wirajaya, A. Y. (2019). Estetika Puitik Kesusastraan Melayu Klasik. Surakarta: Oase Pustaka.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







