Politik dan Kaum Muda dalam Novel Namaku Subardjo Karya Hapsari Hanggarini
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v11i2.250Kata Kunci:
Korelasi, Politik, Kaum, MudaAbstrak
AbstractThis study aims to describe the problem of young people’s failure in politics found in Hapsari Hanggarini’s novel “Namaku Subardjoâ€. From the novel, data and object of the research was obtained. The data are in the forms of sentences or dialogues and story units that lead to the correlation between politics and youth. The theoretical foundation is Terry Eagleton's sociology of literature which emphasizes on political ideology. Steps of the research method are: 1) reading Hapsari Hanggarini’s novel “Namaku Subardjo†as a whole, 2) colleting data, 3) classifying the data, 4) analyzing and interpreting the data. The importance of the research is to show that young people must be able to play a role and understand politics in order to advance the Indonesian nation. The result of the research is the role of young people in politics for the sake of advancing the Indonesian nation. Therefore, the relationship between youth and politics is very close, as in the novel “Namaku Subardjo†of which, the main character as a young people began to move to build Indonesian politics. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan kaum muda yang masih gagal dalam berpolitik yang terkandung dalam novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini. Objek penelitian atau sumber data ialah novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini. Data diperoleh dari kalimat atau dialog, dan satuan cerita yang mengarah pada korelasi politik dan kaum muda. Landasan teori yang diacu ialah sosiologi sastra Terry Eagleton yang menekankan pada ideologi politik. Metode penelitian yang digunakan yaitu: 1) membaca novel Namaku Subardjo karya Hapsari Hanggarini secara keseluruhan, 2) menginventarisasi data, 3) mengklasifikasikan data, 4) menganalisis data dan menginterprestasikan data. Pentingnya penelitian ialah untuk menunjukkan bahwa kaum muda harus mampu berperan dan memahami politik demi memajukan bangsa Indonesia. Hasil penelitian ialah peran kaum muda dalam berpolitik sangat dibutuhkan oleh negara. Oleh karena itu, hubungan antara kaum muda dan politik sangat erat, sama halnya dalam novel Namaku Subardjo, tokoh utama sebagai kaum muda mulai bergerak untuk membangun politik Indonesia.Referensi
Fitriyah. (2013). Fenomena Politik Uang dalam Pilkada. Politika: Jurnal Ilmu Politik, Vol. 3, No. 1: 5-14.
Fuad, Z. M. (2015). Peran Pemuda Relawan Demokrasi dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 dan Implikasinya terhadap Ketahanan Politik Wilayah (Studi pada Relawan Demokrasi Banyumas, Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 21, No. 1: 23-33.
Hanggarini, H. (2015). Namaku Subardjo. Solo: Tiga Serangkai.
Hasibuan, M. U. (2008). Revolusi Politik Kaum Muda. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Heri, J. (2015). Peran Pemuda dalam Pembangunan Politik Hukum di Indonesia. Nurani, Vol. 15, No. 1: 85-100.
Jurdi, S. (2016). Kekuatan-kekuatan Politik Indonesia. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.
Karamoy, A. A. (2015). Partisipasi Politik Generasi Muda Dalam Pembangunan Di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Politico, 1-12.
Morissan. (2016). Tingkat Partisipasi Politik dan Sosial Generasi Muda Pengguna Media Sosial. Jurnal Visi Komunikasi, Vol. 15, No. 01: 96-113.
Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rohmat, Holish, A. M., & Syariefudin, I. (2018). Pengaruh Pendidikan Politik dan Demokrasi Bagi Generasi Muda Terhadap Tingkat Partisipasi Pelaksanaan Pemilihan Umum. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, 1191-1204.
Simatupang, J., & Subekhan, M. (2018). Pengaruh Budaya Politik Uang dalam Pemilu Terhadap Keberlanjutan Demokrasi Indonesia. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, Vol. 4, No. 3: 1297-1312.
Sunarti, S., Atisah, & Suryami. (2019). Kontestasi Politik dalam Sastra Hikayat "Tjerita Renggan Sedajoe Anak Radja Kota Aboeng (Orang Ampat Lawang)". Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol. 10, No. 1: 109-122.
Utari, I. S. (2016). Pencegahan Politik Uang dan Penyelenggaraan Pilkada yang Berkualitas: Sebuah Revitalisasi Ideologi. Seminar Nasional Hukum, Vol. 2, No. 1: 451-474.
Widhyharto, D. S. (2014). Kebangkitan Kaum Muda dan Media Baru. Jurnal Studi Pemuda, 141-146.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







