Proses Fonologis Kata-kata Bahasa Inggris yang Diucapkan oleh Orang Jepang dalam Lagu Hey Say Jump!
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v13i2.421Kata Kunci:
fitur khas, bahasa Inggris , Jepang, proses fonologis, aturan fonologisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses fonologis dalam mengucapkan kata-kata bahasa Inggris oleh orang Jepang dan untuk menganalisis penyebab terjadinya perubahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan transformasi fonologi generatif. Sumber data dalam penelitian adalah 8 lagu yang diambil dari grup vocal jepang Hey Say Jump! Berdasarkan analisis data, ditemukan adanya 8 proses fonologis, yaitu; backing, stopping, afrikasi, asimilasi, pergantian dari /l/ ke /r/, epentesis, perpaduan vokal, dan pergantian vokal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 2 alasan terjadinya proses fonologis, yaitu Bahasa Jepang memiliki silabel terbuka sehingga tidak ditemukan adanya gugus konsonan dan konsonan diakhir kata kecuali untuk /n/ dan ada beberapa bunyi yang tidak ditemukan dalam bahasa Jepang sehingga bunyi-bunyi tersebut disesuaikan dengan system fonologis bahasa Jepang.Referensi
Daana, H. A. (2018). Phonological Development and Phonological Processes in the Speech of an English-Arabic Bilingual Child. International Journal of Applied Linguistics and English Literature, 7(5), 197. https://doi.org/10.7575/aiac.ijalel.v.7n.5p.197
Gussenhoven and Jacobs. (2005). Understanding Phonology. Oxford University Press.
Kubuzono, H. (2015). Handbooks of Japanese Phonetics and Phonology (H. Kubuzono (ed.)). De Gruyter Mouton.
Leung, C. B., & Brice, A. E. (2012). An Analysis of Phonological Processes Involved in Spoken English of Hong Kong Primary Pre-service Teachers. Language Testing in Asia, 2(2), 1–18. https://doi.org/10.1186/2229-0443-2-2-42
Mallya, G. J. (2018). Phonological Processes of Chagga nativized Lexemes Borrowed from Standard Swahili: A Chagga-English Comparative Study. Sanata Darma University.
Oeinada, I. G. (2018). Contact Phonology : Fonologi Kata Serapan dalam Bahasa Jepang. Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 18(1), 25. https://doi.org/10.24843/pjiib.2018.v18.i01.p04
Sari, I., & Sawirman, S. (2014). Proses Fonologis Kata Serapan Bahasa Inggris Ke Dalam Bahasa Jepang. Linguistika Kultura, 7(3), 15–38.
Schane, A. S. (1973). Generative Phonology. Prentice-Hall Inc.
Schane, A. S. (1992). Fonologi Generatif (K. (translator) Gunawan (ed.)). Summer Institute of Linguistics.
Shah, A. W., Malghani, F. A., Bano, S., & Syed, N. A. (2021). A Phonological Analysis of English Loanwords in Brahui. Khasmir Journal of Language Research, 24(2), 255–279.
Shoji, S., & Shoji, K. (2014). Vowel Epenthesis and Consonant Deletion in Japanese Loanwords from English. Proceedings of the Annual Meetings on Phonology, 1(1). https://doi.org/10.3765/amp.v1i1.16
Soelistyowati, D. (2010). Pembentukan Kata Pinjaman (Gairago) dalam Bahasa Jepang. LITE, 6, 152–171.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Untuk penelitian yang bersifat:eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif) (Edisi ke-3). Alfabeta.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Heni Adnania Nugra, Agus Subiyanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







