Kekerasan Verbal dalam Wacana Politik Kudeta Partai Demokrat

Penulis

  • Margiani Margiani Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v13i1.452

Kata Kunci:

kekerasan verbal, kesantunan, tindak tutur, wacana politik

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Kudeta Partai Demokrat, sehingga berdampak pada penggunaan bahasa bentuk kekerasan verbal. Peneitian ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperoleh melalui identifikasi dan penafsiran data. Data penelitian ini adalah tuturan oleh warganet yang mengandung kekerasan verbal dalam wacana politik Kudeta Partai Demokrat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. kekerasan verbal oleh warganet dalam wacana Politik Kudeta Partai Demokrat dapat digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) bertutur ‘tidak santun’ (52%), (2) bertutur ‘kurang santun’ (34%), dan (3) bertutur ‘agak santun’ (14%).  Ditilik dari persentase yang digunakan, meskipun masih ada yang bertutur kurang santun dan agak santun, namun secara dominan tingkat kesantunan berbahasa warganet dalam wacana Politik Kudeta Partai Demokrat berada pada posisi ‘tidak santun’.

Referensi

Agustina & Syahrul, R. (2017). Potrait of politeness in language by the supporters of governor’s candidates in the discourse of Jakarta election. Journal of Scientifis Research and Studies (JSRS)., 4(9).

Amir, A. & M. N. A. (2006). Strategi Wanita Melindungi Citra Dirinya dan Citra Diri Orang Lain di dalam Komunikasi Verbal: Studi di dalam Tindak Tutur Direktif di dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Anggota Kelompok Etnis Minangkabau.

Astuti, S. I. (2013). “Patologi Kekerasan dalam Berita Televisi: antara Kontroversi dan Regulasi.†Mimbar, 29(1), 41–48.

Bermudez, N. (2014). Las emociones en el discurso político. “Pathograma†del kirchnerismo. ELSEVIER: Journal of Pragmatics, 35(1), 11–34.

Blas-Arroyo, & J. L. (2003). Perdóneme que se lo diga pero vuelve usted a faltar a la verdad, señor Gonzálezâ€: Form and function of politic verbal behaviour in face-to-face Spanish political debates. Discourse and Society., 4(14), 395-423.

Brown, P dan Levinson, S. C. (1987). Politeness. Some Universal in Language Usage. Cambridge University Press.

Chaer, A. (2007). Linguistik Umum. Rineka Cipta.

Fracchiolla, B. (2011). Politness as a trategy of attack in a gendered political debate- The Royal- sarkozy debate. ELSEVIER: Journal of Pragmatics, 43(10), 2480-2488.

Haryatmoko. (2007). Etika komunikasi: Manipulasi media, kekerasan dan pornografi. Kanisius anggota IKAPI.

Lakoff, R. T. (1990). Talking Power: The Politics of Language in Our Lives. Harper Collins.

Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Universitas Indonesia.

Moleong, L. . (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya.

Mustika, T. P., Agustina, A., & Ramadhan, S. (2019). Verbal Violence Performed By Supporters’ Group of Gubernatorial Candidates in the Political Discourse of Jakarta Election. Humanus, 18(1), 88. https://doi.org/10.24036/humanus.v18i1.9081

Nadar, F, X. (2013). Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Graha Ilmu.

Putri, R. R. (2012). Kekerasan dalam Berpacaran [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. http://eprints.ums.ac.id/18277/24/NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Tarigan, H. G. (1990). Pengajaran Pragmatik. Angkasa.

Weltman, D. (2003). The pragmatics of peremptory assertion: an ideological analysis of the use of the word “just†in a local politicians denials of politics. SAGE Journals., 14(3), 349–379.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-Dasar Pragmatik. Andi Yogyakarta.

Wilujeng, S. R. . (2013). Bahasa Politik dalam Perspektif Filsafat Bahasa Ludwig Wittgenstein. Universitas Diponegoro.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-04-29

Cara Mengutip

Margiani, M. (2022). Kekerasan Verbal dalam Wacana Politik Kudeta Partai Demokrat. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(1), 120—130. https://doi.org/10.31503/madah.v13i1.452

Terbitan

Bagian

Articles