Makna Kultural pada Kepercayaan Masyarakat Jawa Terhadap Ketupat di Momen Lebaran: Kajian Antropologi Linguistik
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v14i2.640Kata Kunci:
antropologi linguistik, kearifan lokal, kepercayaan, ketupat, makna kulturalAbstrak
Ketupat pada momen lebaran memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Jawa. Mereka memiliki kepercayaan tertentu dalam memaknai ketupat, khususnya mengenai filosofi maupun proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna kultural di balik kepercayaan mengenai ketupat serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam. Dengan menggunakan pendekatan antropologi linguistik, data penelitian ini dianalisis secara induktif dan menggunakan metode analisis padan translasional. Temuan penelitian menunjukkan adanya 3 pamali, 6 keyakinan, dan 3 syarat yang sampai sekarang ini masih dipercayai oleh masyarakat Jawa mengenai ketupat. Hasil penelitian mengimplikasikan adanya nilai-nilai kearifan lokal, seperti keharusan untuk melestarikan budaya Jawa, menganut prinsip minimalis, dan konsep animisme dan dinamisme yang mendominasi kepercayaan tersebut. Meskipun demikian, mereka hanya mengikuti ajaran nenek moyang tanpa bermaksud untuk melakukan praktik animisme dan dinamisme yang bertentangan dengan syariat Islam.Referensi
Adrianto, S. (2019). Peranan pendidikan sebagai transformasi budaya. CKI ON SPOT, 12(1).
Arif, M., & Lasantu, M. Y. (2019). Nilai pendidikan dalam tradisi lebaran ketupat masyarakat Suku Jawa Tondano di Gorontalo. Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah, 1(2), 144–159.
Bastaman, W. W., & Fortuna, F. D. (2019). POSISI PENGANAN KETUPAT DALAM PROSESI UPACARA TRADISI REBO WEKASAN DI DESA CIKULUR TAHUN. BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH, 2(1).
Camalia, M. (2015). Toponimi Kabupaten Lamongan (Kajian Antropologi Linguistik). PAROLE: Journal of Linguistics and Education, 5(1), 74–83.
Djajasudarma, F. (2006). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian (W. Nadeak, Ed.). PT Refika Aditama.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.
Hasan, R. (2012). KEPERCAYAAN ANIMISME DAN DINAMISME DALAM MASYARAKAT ISLAM ACEH. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 36(2). https://doi.org/10.30821/miqot.v36i2.119
Lestari, R. W., Awaliyah, S., & Shofa, A. M. A. (2022). Tradisi Selamatan Ketupat dan Serabi Sebagai Tolak Bala di Masa Pandemi Covid-19 Pada Masyarakat Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 14(1), 7–16.
Muthmainnah, M., & Syas, M. (2020). KOMODIFIKASI MISTIS DALAM PROGRAM REALITY SHOW PENCARIAN JODOH GARIS TANGAN DI ANTV. Scriptura, 10(2), 97–110. https://doi.org/10.9744/scriptura.10.2.97-110
Nasution, I. E., Khofila, R., Azmi, Mhd. U., Nasution, M. S. A., & Islamy, I. El. (2023). Akulturasi Islam Pada Budaya Kenduri Ketupat Pada Bulan Ramadhan. An Nadwah, 29(1), 22. https://doi.org/10.37064/nadwah.v29i1.15266
Novakarti, O., & Utomo, H. P. (2021). Pemaknaan Simbolis Tradisi Kupat Syawalan di Desa Jimbung Kabupaten Klaten. Journal of Development and Social Change, 4(2), 89–103.
Okwita, A., & Aritra, E. S. A. S. (2017). Perubahan Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Melayu Kampung Tua Tanjung Buntung Pasca Pembangunan. HISTORIA: Journal of Historical Education Study Program, 2(1).
Pramesti, D. (t.t.). Makna Leksikal dan Makna Kultural Istilah Dalam Tradisi Ngarot Di Kecamatan Lelea, Indramayu (Kajian Etnolinguistik). Kode: Jurnal Bahasa, 10(1).
Priantini, N. B. S., Suyanto, S., & Astuti, S. P. (2020). Makna istilah, ungkapan, dan peribahasa dalam seloko adat tunjuk ajar tegur sapo pada tradisi pernikahan masyarakat Jambi. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 15(2), 273–281.
Sulistiawati, A. (2018). Kearifan lokal dalam bahasa nelayan di Pantura Lamongan: kajian antropologi linguistik.
Tiani, R. (2020). Penggunaan Pribahasa (Sanepa) Jawa dalam Kebudayaan Masyarakat di Surakarta. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 166–172.
UMI M, S. (2019). Larung Kepala Kerbau Sebagai Wujud Pelestarian Laut (Studi Kasus Tradisi Lomban) Di Desa Ujungbatu Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching, 3(2). https://doi.org/10.21043/ji.v3i2.6301
Wahyu, R. (2022). Konsep Ketuhanan Animisme Dan Dinamisme . Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(2), 97–102.
Yasir, M., & Susilawati, S. (2023). Membangun Pendidikan Karakter melalui Tradisi Sedekah Ketupat. Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI, 83–87. https://doi.org/10.30998/kibar.27-10-2022.6301
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Alvina Maghfiroh, Nurhayati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







