Polemik Penamaan Restoran “Babiambo†dan Hubungannya dengan Filosofi Minangkabau “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullahâ€: Sebuah Studi Linguistik Forensik
Sebuah Studi Linguistik Forensik
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v15i1.673Kata Kunci:
ABS-SBK, Restoran Padang, Babiambo, Linguistik Forensik, SemiotikaAbstrak
Urang Awak 'Orang Minang' adalah sebuah etnis di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, dan juga dikenal luas dengan makanan tradisionalnya di Restoran Padang. Penamaan restoran Babiambo di Jakarta yang diidentikkan dengan restoran khas Minang, babi 'babi' dan ambo 'saya' (babi saya) disinyalir dianggap menghina jati diri masyarakat Minang. Penelitian ini membahas mengenai penamaan restoran “Babiambo†dan kaitannya dengan filosofi “Adaik basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah†sebagai pedoman masyarakat Minang berdasarkan kacamata linguistik forensik dengan analisis linguistik kognitif dan semiotika. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penamaan rumah makan padang “Babiambo†dari analisis kognitif dan semiotika menunjukkan tidak adanya penghinaan terhadap identitas Minang dalam proses pembentukannya.Referensi
Afif, Afthonul. (2009). Identitas Sosial Orang Minangkabau yang Keluar dari Islam. Psikologi (36)2, 205-214.
Al-Batineh, Mohammed (2019). “Using Forensic Stylistics and Corpus Analysis for Detecting and Investigating Plagiarism in Literary Retranslation: The Plagiarism Controversy of John Payne and Sir Richard Burtonâ€. New Voices in Translation Studies 21, 28-61.
Al-Teinaz, Yunes Ramadhan, dkk. (2013). The Halal Food Handbook. Wiley.
Andryani, Kristina dkk. (2017). Komunikasi Pariwisata, Budaya dan Pengembangan Potensi Daerah. Buku Litera Yogyakarta.
Anggun, Teguh Gunung. (2016). Falsafah Budaya Minang Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://sumbarprov.go.id/home/news/9282-falsafah-budaya-minang-adat-basandi-sarak-sarak-basandi-kitabullah.
Arifin, Zainal. (2012). Buru Babi: POlitik Identitas Laki-Laki Minangkabau. Humaniora (24)1, 29-36.
Arimi, Sailal. (2015). Linguistik Kognitif. A.com Press.
Asrinaldi & Yoserizal. (2020). Problems With The Implementation Of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Philosophy. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik (33)2, 162-173.
Babiambo Kelapa Gading. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://gofood.co.id/jakarta/restaurant/babiambo-kelapa-gading-36b15e44-0874-45a9-ae1b-254f016d9d07
Bahri, Rinjani & Subhani. (2017). Komunikasi Lintas Budaya. UNIMAL Press.
Bukhari. (2009). Akulturasi Adat Dan Agama Islam Di Minangkabau: Tinjauan Antropologi Dakwah. Al-Munir (1)1, 49-63.
Casim, dkk. (2019). “Kajian Linguistik Forensik Ujaran Bau Ikan Asin Oleh Galih Ginanjar Terhadap Fairuz A Rafiqâ€. Metabasa 1(2), 22-28.
Coulthard, Malcolm, dkk. (2017). An Introduction to Forensic Linguistics. Routledge.
Djajasudarma, T. Fatimah. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian Dan Kajian. PT. Refika Aditama.
Djajasudarma, T. Fatimah. (2016). Semantik 2: Relasi Makna Paradigmatik, Sintagmatik, dan Derivasional. Refika Aditama.
Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.
Fadli Zon. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://twitter.com/fadlizon/status/1535180516260909064?s=20&t=DLLWl74dHImDNPhVY1DRKg
Heriyanti & Akbar. (2022). Politik Hukum Pemerintah Dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal Terhadap Perkembangan Hukum Islam Dan Hukum Adat. Pahlawan (5)1, 28-37.
Hurn, Brian J. & Barry Tomalin. (2013). Cross-Cultural Communication. Palgrave Macmillan.
Ismail. (2017). Akulturasi Hukum Kewarisan Islam Dengan Hukum Kewarisan Adat Minangkabau. Alhurriyah (2)1, 57-68.
Ismar, Madia Patra. (2019). Rumah Makan Padang Sebuah Narasi Pertunjukan Budaya; Studi Kasus Rumah Makan Padang Simpang Raya. Urban (2)1, 41-58.
Kementerian Agama RI. (2022) Data Umat Berdasarkan Agama. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://data.kemenag.go.id/statistik/agama/umat/agama
Kridalaksana, Harimurti. (1982). Kamus Linguistik. PT. Gramedia.
Lambe Turah. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://www.instagram.com/p/Cen-fmdvmjS/?utm_source=ig_web_copy_link
Miharti, Tantri dkk. (2019). Kamus Tata Boga. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Olsson, John. (2008). Forensic Linguistics: Second Edition. Continuum.
Polemik Rendang Babi, Gubernur Sumbar Usul Sertifikasi Masakan Padang. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220611115500-20-807698/polemik-rendang-babi-gubernur-sumbar-usul-sertifikasi-masakan-padang
Rumah Makan Padang. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_makan_Padang
Rusdiansyah. (2020). “Hukum dan Linguistik Forensikâ€. Al-Amwal 5(1), 21-31.
Umiyati, Mirsa. (2020). “A Literature Review of Forensic Linguisticsâ€. International Journal of Forensic Linguistics 1(1), 23-29.
Viral Di Medsos Jual Menu Olahan Daging Babi, Pemilik Restoran Padang Babiambo Dibawa Pihak Kepolisian. Diakses pada 15 November 2022 melalui https://www.suara.com/news/2022/06/10/172122/viral-di-medsos-jual-menu-olahan-daging-babi-pemilik-restoran-padang-babiambo-dibawa-pihak-kepolisian
Yulastri, Asmar. (2008). Pengembangan Rumah Makan Masakan Padang Dalam Menuju Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Makalah.
Yule, George. (2018). Pragmatik. Pustaka Pelajar.
Zulaekah, Siti & Yuli Kusumawati. (2005). Halal Dan Haram Makanan Dalam Islam. Suhuf (17)1, 25-35.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Intan Kusuma Wulandari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







