Pemaknaan Lagu “Lir-Ilir” Karya Sunan Kalijaga Sebuah Analisis Semiotik Saussure

Penulis

  • nikendwipuspitasari Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.31503/madah.v15i1.709

Kata Kunci:

Song meaning Sunan Kalijaga Semiotics Ferdinan de Saussure Lir-Ilir

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna yang sesungguhnya di balik lirik lagu "lir Ilir" karya Sunan Kalijaga. Hal ini penting dilakukan karena lagu tersebut dianggap oleh sebagian orang sebagai pertanda "perlawanan fisik" umat Islam pada masa abad ke-14 M terhadap hegemoni kekuasaan Hindu telah dimulai. Padahal, dalam beberapa hasil penelitian tentang awal mula Islam di Nusantara, selalu dikemukakan bahwa Islam masuk ke Nusantara dengan "jalan damai". Adapun metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Saussure. Sementara, objek material penelitian ini adalah lirik lagu "lir ilir" karya Sunan Kalijaga, sedangkan objek formalnya adalah semiotika Saussure. Teori Saussure ini dapat menjelaskan bahwa bahasa merupakan sistem tanda yang di dalamnya terdapat penanda dan petanda. Tentu saja, proses ini berhubungan dengan lirik lagu dan dunia yang sebenarnya. Hasil penelitian ini adalah lirik lagu "lir Ilir" memiliki makna bangkit yang maknanya lirik lagu tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan semangat dan fokus dalam beribadah sehingga dapat membetuk jiwa-jiwa kepemimpinan yang sejati. Selain itu, agar manusia terbebas dari rasa malas sehingga dapat menjadi manusia yang baik, yaitu manusia yang dapat memberikan manfaat untuk manusia lainnya.

Referensi

Achmad, S. W. (2021). Pesona & Sisi Kelam Majapahit: Sejarah Panjang Kerajaan Terbesar di Nusantara Sejak Mula Berdiri, Kejayaan hingga Keruntuhannya. (Nayantaka, Ed.). Yogyakarta: Araska Publisher.

Amir, A. N. (2021). MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA (MELAYU-INDONESIA): Al’Adalah, 24(2), 93–103. https://doi.org/10.35719/aladalah.v24i2.74

Bagus Indrawan, Totok Sumaryanto, S. (2016). Bentuk Komposisi Dan Pesan Moral Dalam Pertunjukan Musik Kiaikanjeng. Catharsis: Journal of Arts Education.

El Jaquene, F. T. (2020). Demak Bintoro: Kerajaan Islam Pertama di Jawa dari Kejayaan hingga Keruntuhan. (A. Putra, Ed.). Yogyakarta: Araska Publisher.

Halid, R. (2019). Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Novel Manjali dan Cakrabirawa Karya Ayu Utami. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika (3 ed.). Jakarta: Salemba Humanika.

Hidayat, R. (2014). Analisis Semiotika Makna Motivasi Pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi†Karya Nidji. eJournal Ilmu KOmunikasi, 2(1), 243–258.

Implementasinya, D. A. N., & Dunia, D. (2011). DALAM LIRIK LAGU-LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH, 15–26.

Lestari, Khofifah Tri dan Wirajaya, A. Y. (2022). Aspek Kelisanan dalam Naskah “Hikayat Raja-Raja Siam.†Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol. 13, N, 41—51. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v13i1.420

Lestari, S., Wardiani, R., & Setiawan, H. (2021). Kajian Stilistika Teks Lagu dalam Album Untukmu Selamanya Karya Band Ungu. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 106–112.

Maarif, A. S. (2019). Membumikan Islam: dari Romantisme Masa Silam menuju Islam Masa Depan. Yogyakarta: IRCiSoD.

Mardiyono, P. (2020). Sejarah Kelam Majapahit: Jejak-jejak Konflik Kekuasaan dan Tumbal Asmara di Majapahit. (Nayantaka, Ed.). Yogyakarta: Araska Publisher.

Mukhlasin, A. (2019). Pendidikan Karakter Melalui Tembang Dolanan (Analisis Tembang Lir Ilir karya Sunan Kalijaga). Jurnal Warna, 3(1), 41–49.

Rabimin. (2009). Makna Lagu Donan Ilir-Ilir. Gelar: Jurnal Seni Budaya.

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saad, S. M. (2018). Conceptual metaphor and linguistic manifestations in malay and french: A cognitive analysis. GEMA Online Journal of Language Studies, 18(3), 114–134. https://doi.org/10.17576/gema-2018-1803-07

Sangidu. (2007). Penelitian Sastra: Pendekatan, Teori, Metode, Teknik, dan Kiat. Yogyakarta: Seksi Penerbitan Sastra Asia Barat - Fakultas Ilmu Budaya - Universitas Gadjah Mada.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Suhardana, K. M. (2008). Negarakretagama & Pararaton: History of Majapahit Development. Surabaya: Paramita.

Wibawa, M. dan R. P. N. (2021). Analisis Semiotika Strukturalisme Ferdinand de Saussure pada Film "Berpayung Rinduâ€. ISI Padang Panjang.

Wijayanti, N. A. (2023). Tembang Dolanan Gajah-Gajah dan Lir-Ilir: Frasa dan Makna dengan Relevansinya Terhadap Pendidikan Karakter. Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies …, 1(1), 126–133.

Wirajaya, Asep Yudha, Sudardi, Bani, Istadiyantha, dan Kurniawan, B. (2021). The Transformation of the Dhukutan Oral Tradition into a Dance Film. In Proceedings of the 6th International Conference on Education & Social Sciences (ICESS 2021) (hal. 36–42). Semarang: Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210918.008

Wirajaya, Asep Yudha, dkk. (2016). Menelusuri Manuskrip di Tanah Jawa. Surakarta: Garengpung Publisher.

Wirajaya, Yudha Asep, Sudardi, Bani, Istadiyantha, dan W. (2021). Language Diversity in Syair Nasihat: An Alternative Effort to Strengthen National Identity through Literature Learning. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(2), 314–325. https://doi.org/10.26499/RNH.V10I2.4052

Wirajaya, A., Nugroho, M., Dasuki, S., Satya Dewi, T., & Syukri, H. (2020). Revitalizing the Concept of Multiculturalism in the Malay Manuscripts as Efforts to Strengthen National Unity. In Proceedings of the Proceedings of the Third International Seminar on Recent Language, Literature, and Local Culture Studies, BASA, 20-21 September 2019, Surakarta, Central Java, Indonesia. EAI. https://doi.org/10.4108/eai.20-9-2019.2296871

Wirajaya, A. Y. (2007). Hakikat Sastra. Surakarta.

Wirajaya, A. Y. (2013). Konsep Kearifan Hidup dalam “Syair Nasihat.†Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, 9(2), 147–160.

Wirajaya, A. Y. (2014). Pengantar Ilmu Folklor. Surakarta: Assalam Publishing.

Wirajaya, A. Y. (2018). Palembang’s Transformation into a Multicultural City: A Reflection on the Text of the Simbur Cahaya Law and Tuhfah ar-Raghibin. Shahih, 3(1), 33–45. https://doi.org/10.22515/shahih.v3i1.1291

Wirajaya, A. Y. (2019). Poetic Aesthetics of Classical Malay Literature. Surakarta: Library Oasis.

Wirajaya, A. Y., Sudardi, B., Istadiyantha, & Warto. (2020). Representation of the Communication Strategy for the Da’wah of the Sufi Order in Syair Nasihat as an Effort to Strengthen National Unity. In Proceedings of the 6th International Conference on Social and Political Sciences (ICOSAPS 2020). Surakarta: Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201219.010

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

nikendwipuspitasari. (2024). Pemaknaan Lagu “Lir-Ilir” Karya Sunan Kalijaga Sebuah Analisis Semiotik Saussure . Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 15(1), 44–54. https://doi.org/10.31503/madah.v15i1.709

Terbitan

Bagian

Articles