Hasrat dan Aksioma dalam Cerpen-Cerpen Budi Darma
: Analisis Deleuzian tentang Subjektivitas
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v16i1.885Kata Kunci:
hasrat, aksioma, tokoh, deleuzeAbstrak
Budi Darma merupakan seorang sastrawan Indonesia yang dikenal kerap menghadirkan tokoh-tokoh yang berpikir, berbicara, mengambil keputusan, dan bertindak secara “tidak wajar” atau berkebalikan dengan norma pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sekaligus mengintrospeksi kembali diskusi mengenai “keanehan” tokoh dalam cerpen-cerpen Budi Darma. Deleuze beranggapan bahwa realitas terbentuk dari dua mesin produksi, yaitu 1) “hasrat” yang bersifat imanen dan berasal dari dalam diri subjek; dan 2) “aksioma” atau proposisi dasar tanpa justifikasi yang diproduksi oleh oleh pengaruh eksternal subjek yang hegemonik. Metode yang digunakan adalah interpretasi teks. Adapun penelitian ini menemukan bahwa tindak-tanduk tokoh-tokoh yang “tidak wajar” disebabkan karena negosiasi dan dialektika antara hasrat dan aksioma tokoh. Meskipun tokoh-tokoh tersebut tidak pernah benar-benar melakukan deteritorialiasi, negosiasi dan dialektika tersebut direpresentasikan lewat narasi yang skeptis, sinis, dan cenderung individualistis. Berdasarkan temuan tersebut, maka “ketidakwajaran” dalam cerpen-cerpen karya Budi Darma tidak semata bisa dipahami sebagai “tindakan-tindakan tokoh yang berada di luar norma”, tetapi paradoks yang dihasilkan oleh benturan antara hasrat dan aksioma.Referensi
Best, S. (1991). Postmodern Theory: Critical Interrogations. Critical Perspectives/The Guilford Press.
Darma, B. (2017). Kritikus Adinan. Bentang Pustaka.
Darma, B. (2023). Orang-Orang Bloomington (4th ed.). Nourabooks.
Deleuze, G., & Guattari, F. (1972). Anti-Oedipus Capitalism And Schizophrenia. Penguin Classics.
Faruk. (2020). Metode Penelitian Sastra Sebuah Penjelajahan Awal (Cetakan ke-5). Pustaka Pelajar.
Haryatmoko. (2022). Membongkar Rezim Kepastian (Pemikiran Kritis Post-Strukturalis). Penerbit PT Kanisius.
Holland, E. W. (2005). Desire. In C. J. Stivale (Ed.), Gilles Deleuze Key Concepts. McGill-Queen’s University Press.
Hussein, M. S. (2023). Struktur Kesadaran Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Kritikus Adinan Karya Budi Darma Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosda Karya.
Rosidi, A. (1977). Laut biru langit biru: bungarampai sastera Indonesia mutakhir. Dunia Pustaka Jaya.
Siswanto, W. (2010). Tokoh Ganjil dalam Karya Sastra Budi Darma. Humaniora, 22(1), 52–63.
Sutiyarti, U., Supratno, H., Tjahjono, T., & Hapsari, Y. (2021). Hasrat Kepribadian Skizofrenik Tokoh Utama dalam J-Dorama: Bokura wa Kiseki de Dekite iru Perspektif Skizoanalisis Deleuze dan Guattari. Jurnal AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa Dan Sastra, 8, 1–19.
Suwondo, T. (2010). Mencari jatidiri: kajian atas kumpulan cerpen Orang orang Bloomington Budi Darma. Elmatera Publishing.
Zaidan, A. R. (2007). Tokoh, Peristiwa, dan Tempat Aneh dalam Kumpulan Cerpen Senggring dan Fofo Karya Budi Darma. In Absurdisme dalam Sastra Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Risen Risen Dhawuh Abdullah, Nurfathi Robi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







