Bilingualism in Language Variation in Modern Retail Businesses in Java Island Region
Bilingualisme dalam Variasi Bahasa pada Usaha Ritel Modern di Wilayah Pulau Jawa
DOI:
https://doi.org/10.31503/madah.v14i2.663Kata Kunci:
Bilingualism Public Spaces Language Contact Retail Language VariationAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk variasi bahasa sistemik serta kontak bahasa dalam pamflet maupun katalog bulanan ritel di Indonesia. Untuk menarik pembeli ritel modern lazimnya membuat pamflet maupun katalog bulanan yang dibagikan kepada khalayak luas di ruang publik. Sebagai produk bahasa, pamflet maupun katalog setiap ritel modern memiliki fenomena kebahasaan masing-masing. Data dalam penelitian ini diambil dari tigabelas ritel modern di Indonesia. Data diambil dari internet berupa pamflet atau katalog di bulan Mei—Juni 2023. Data yang sudah didapatkan melalui observasi lalu diklasifikasi kemudian dianalisis dan diakhiri menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan adanya bentuk variasi sistemik dalam tataran leksikal, morfologi, hingga sintaksis. Variasi sintaksis mendominasi variasi bahasa dalam pamflet. Selain itu, bentuk kontak bahasa yang muncul dalam data berupa adanya bilingualisme. Dalam data muncul kontak bilingual dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Bahasa asing yang mendominasi adalah bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris berkaitan dengan prestise dan tujuan menarik konsumen.Referensi
Anjarwati, L., & Sabardila, A. (2022). Variasi Bahasa dalam Iklan Situs Belanja Online (Shopee). Logat, 33(1), 1–12.
Casielles-Suárez, E. (2017). Spanglish : The Hybrid Voice of Latinos in the United States. Atlantis: Journal of Spanish Association of Anglo-American Studies, 39(2), 147–168. https://doi.org/10.28914/Atlantis-2o
Dovchin, S. (2020). Language, Social Media and Ideologies: Translingual Englishes, Facebook and Authenticities. In Style. Springer. https://doi.org/10.5325/style.56.3.0336
Fishman, J. A. (2006). Language Maintenance, Language Shift, And Reversing Language Shift. In T. K. Bhatia & W. C. Ritchie (Eds.), The Handbook of Bilingualism. Blackwell Publishing.
Hendrastuti, R. (2015). Variasi Penggunaan Bahasa pada Ruang Publik di Kotasurakarta (The Language Uses Variation at Surakarta Public Space). Kandai, 11(1), 32–33. https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/kandai/article/download/214/62
Holmes, J. (2013). An Introduction To Sociolinguistics (Fourth edi). Routledge.
Jati, W. R. (2016). Cyberspace, Internet, Dan Ruang Publik Baru: Aktivisme Online Politik Kelas Menengah Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(1), 25. https://doi.org/10.22146/jps.v3i1.23524
Kridalaksana, H. (1989). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Gramedia.
Kurniawati, W., Ekoyanantiasih, R., & ... (2022). Variasi Bahasa Daerah pada Spanduk dan Baliho Pemilu dalam Menyambut Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Internasional Bahasa Dan Sastra Daerah 1 (Sinar 1), 211–225. http://sinarbahtera.kemdikbud.go.id/index.php/SB/article/view/102%0Ahttp://sinarbahtera.kemdikbud.go.id/index.php/SB/article/download/102/36
Lee, S. J. (2011). The Korean Wave: The Seoul of Asia. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications, 2(1), 85–93.
Mulyawan, I. W., Paramarta, I. M. S., & Suparwa, I. N. (2022). Language contestation at Batukau Temple, Bali (a linguistic landscape study). Cogent Arts and Humanities, 9(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2022.2090651
Oktaviani, J., & Pramadya, T. P. (2021). Korean Wave (Hallyu) dan Persepsi Kaum Muda di Indonesia: Peran Media dan Diplomasi Publik Korea Selatan. Insignia Journal of International Relations, 8(1), 87–100.
Pahlevi, R. (2021, November 25). Jumlah Gerai Minimarket Meningkat 39% pada 2020. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/25/jumlah-gerai-minimarket-meningkat-39-pada-2020
Peraturan Presiden Republik Indonesia No 63 Tahun 2019, (2019).
Sahara, S., Minot, N., Stringer, R., & Umberger, W. J. (2015). Determinants and effects of small chilli farmers’ participation in supermarket channels in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 51(3), 445–460. https://doi.org/10.1080/00074918.2015.1110851
Shehadi, S., & Wintner, S. (2022). Identifying Code-switching in Arabizi. 194–204. https://github.com/HaifaCLG/Arabizi.
Shohamy, E., & Gorter, D. (2009). Linguistic Landscape. In Linguistic Landscape. Routledge.
Silver, R. E. (2005). The discourse of linguistic capital: Language and economic policy planning in Singapore. Language Policy, 4(1), 47–66. https://doi.org/10.1007/s10993-004-6564-4
Suryadarma, D., Poesoro, A., Akhmadi, Budiyati, S., Rosfadhila, M., & Suryahadi, A. (2010). Traditional food traders in developing countries and competition from supermarkets: Evidence from Indonesia. Food Policy, 35(1), 79–86. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2009.11.002
Trousdale, G. (2010). An Introduction to English Sociolinguistics. Edinburgh University Press. https://doi.org/10.4324/9781315720319
Wardaugh, R., & Fuller, J. M. (2015). An Introduction To Sociolinguistics. Wiley Blackwell.
Windayanto, R. N. A., & Kesuma, T. M. J. (2023). Nama-Nama Kafe Di Malang Raya: Bentuk, Makna, Dan Refleksi Sosiokultural. Linguistik Indonesia, 41(1), 1–20. https://doi.org/10.26499/li.v41i1.369
Wulansari, D. W. (2020). Linguistik Lanskap Di Bali : Tanda Multilingual Dalam Papan Nama Ruang Publik. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 3(2), 420–429. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4600
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Arif Fadillah Fadillah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published an article in the Madah journal has agreed on the following points.
- Author retain copyright and grant the journal of first publication with the work simultaneously licenced under Creative Commons Atribution Licence (CC BY-NC-SA 4.0) that allows other to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are allowed to publish articles that have been published by the Journal of Madah through separate contractual agreements for non-exclusive dissemination (e.g, placing them into an institutional repository or publishing them in a book) by keeping the first issue in the Madah journal.
- Authors are permitted and encouraged to disseminate their work in cyberspace (e.g, in institutional repositories or author pages) before and during the submission of the text document as it can support productive exchange of earlier and broader credits.







